Wamenperin Faisol Ungkap Tantangan Penggunaan AI oleh Industri
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi industri untuk mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut Faisol, tantangan pertama adalah terbatasnya infrastruktur teknologi. Hal tersebut menyebabkan konektivitas tidak merata, sehingga internet cepat dan jaringan internet of things (IoT) belum optimal.
Baca Juga
Apple Diminta Investasi Rp 15,9 Triliun di Indonesia, Wamenperin Kejar Selesai Sebelum Akhir Tahun
"Akibat kurangnya infrastruktur data, banyak perusahaan belum memiliki sistem penyimpanan data terintegrasi, yang menjadi dasar implementasi AI," kata Faisol dalam acara AI For Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Tantangan selanjutnya, menurut Faisol, adalah kurangnya talenta digital. Banyak pekerja industri belum memiliki keterampilan teknologi AI, seperti analitik data, pemrograman, atau pengoperasian perangkat berbasis AI.
"Biaya implementasinya tinggi. Modal awal pengadaan perangkat keras, perangkat lunak, dan konsultan ahli AI memerlukan investasi besar yang sulit dijangkau usaha kecil dan menengah (UKM)," ujar dia.
Baca Juga
Telkomsel dan ZTE Terapkan Solusi Berbasis AI dan ML di Makassar dan Kendari
Selain itu, kata Wamenperin, kesadaran dan kepercayaan berupa pemahaman pelaku usaha industri terhadap manfaat AI masih kurang, sehingga mereka enggan mengadopsi teknologi tersebut.
"Tantangan terakhir adalah lemahnya dukungan regulasi dan kebijakan. Sejauh ini belum ada regulasi seperti standar interoperabilitas atau pedoman etika pemanfaatan AI," tutur Faisol Riza.

