Harga Beras Turun di Penggilingan, Grosir, dan Eceran
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga rata-rata beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran secara bulanan dan tahunan.
“Harga rata-rata beras di penggilingan, grosir, dan eceran pada November 2024 turun 1,23% secara bulanan dan sebesar 3,79% secara tahunan,” kata Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/11/2024).
Baca Juga
Pemerintah Lanjutkan Bansos Beras, Sebar 160.000 Ton pada Awal 2025
Amalia mengungkapkan, di tingkat grosir terjadi deflasi beras sebesar 0,81% pada November 2024 secara bulanan, tetapi secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,54%.
“Di tingkat eceran, harga beras mengalami deflasi sebesar 0,45% secara bulanan dan inflasi secara tahunan sebesar 2,8%” ujar dia.
Harga beras di tingkat eceran, menurut Amalia, turun dari rata-rata Rp 14.599 per kg pada Oktober 2024 menjadi Rp 14.534 per kg pada November 2024. Sementara itu, secara grosir harga beras mengalami penurunan rata-rata dari Rp 13.563 per kg.
Dia menjelaskan, penurunan harga beras di tingkat penggilingan, eceran, dan grosir terjadi akibat turunnya harga gabah. Ini karena beberapa wilayah sentra produksi padi mengalami penurunan harga pada November 2024.
“Secara nasional, penurunan gabah kering panen (GKP) terdalam terjadi di Bali dan Jambi,” tutur dia.
Penurunan harga di Bali, kata Amalia, terjadi akibat peningkatan stok sejalan dengan panen yang terjadi di Tabanan. Sedangkan di Jambi banyak stok gabah menumpuk di penggilingan.
Baca Juga
Menko Pangan Zulhas Pastikan Stok Beras Jelang Natal dan Tahun Baru Aman
“Harga gabah kering giling (GKG) turun di Sumatra Barat dan Jambi karena stok di penggilingan masih banyak dan terjadi panen di Jambi,” ucap dia.
Amalia menambahkan, turunnya gabah di tingkat petani dan stok beras di gudang penggilingan memicu penurunan harga beras di penggilingan. “Beras medium dan premium sama-sama mengalami penurunan,” ujar dia.

