Sektor Pertanian Serap Banyak Tenaga Kerja, tapi Bagaimana Pendapatannya?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian PPN atau Bappenas mencatatkan bahwa tingkat pengangguran terbuka terus turun menjadi 4,82% pada Februari 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk bekerja tercatat sebanyak 142 juta orang.
Dari sejumlah data tersebut, ia menjabarkan, ternyata pertanian masih menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja paling banyak mencapai 28,64% atau sebanyak 40,72 juta orang. Disusul industri perdagangan sebesar 19,05% dan industri pengolahan sebesar 13,28%.
Baca Juga
Walaupun menyerap tenaga kerja terbanyak, Menteri PPN/Bappenas ini menyebutkan bahwa, selama ini, petani belum bisa memperoleh pendapatan yang tinggi. Pendapatan pentane Indonesia, terutama pertanian non-farm, tidak baik dan cenderung rendah hingga sulit untuk dikerek naik.
“Pertanian non-farm itu selalu menjadi bantalan untuk menopang kelompok yang lain, tetapi sulit untuk mengek naik pendapatan pekerja di sektor ini,” ujar Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy dalam CORE Economic Outlook 2025 bertajuk Tahun Penentu Terwujudnya Lompatan Ekonomi di Jakarta, Sabtu (23/11/2024).
Baca Juga
Tak Efektif Tambah Penerimaan Negara, Kenaikan PPN Jadi 12% justru Bisa Picu Masalah Baru Ini
Kesulitan untuk menaikkan pendapatan pekerja akibat adanya kebijakan harga-harga komoditas pertanian, seperti beras, jagung, pakan ternak, hingga telur, harus tetap rendah. “Jadi kalau mayoritas tenaga kerja berada di sektor itu, maka kesulitan kita untuk meningkatkan pendapatan mereka juga tinggi,” tuturnya.

