Simak Sederet Kontribusi PGN Saka dalam Program Pemberdayaan Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) berkomitmen mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Senior Stakeholder Relation Manager PGN Saka Indonesia Pangkah Limited Erry Prihandri Affandi mengatakan, program pemberdayaan masyarakat penting bagi perusahaan. Hal ini dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
PGN Saka, kata Erry memiliki beberapa pilar pemberdayaan, misalnya saja dari sisi pendidikan khususnya kewirausahaan. Termasuk di dalamnya pengelolaan media sosial bagi anak-anak SMA.
Lalu ada pilar kesehatan di daerah Pangkah dan Manyar, Jawa Timur. Misalnya dalam bentuk Puskesmas dan Mabarot. Mabarot berperan seperti Puskesmas tapi dibangun oleh pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU).
PGN Saka dalam hal pilar kesehatan sudah mendukung program tersebut sejak tiga tahun terakhir. Di mana, dalam hal ini ada target yang ditetapkan yakni bisa meningkatkan kualitas layanannya. Sehingga bisa menjadi rujukan untuk pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) dan rujukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“BPJS-nya sudah selesai, MCU-nya sekarang secara fisik sudah selesai tapi lagi menunggu perizinan. Jadi sekarang fasilitas sudah selesai semua, tenaga medisnya sudah ada, tinggal menunggu perizinan. Sehingga dia bisa layak untuk menjadi fasilitas rujukan untuk MCU. Kalau BPJS sudah selesai,” ujar Erry di sela-sela Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Media Indonesia di Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga
PGN dan BPH Migas Berkomitmen Masifkan Pembangunan Jargas Nasional
Kemudian untuk pilar ekonomi, strateginya adalah mengembangkan apa yang sudah ada. “Jadi kearifan lokal itu yang sudah ada kita tingkatkan, bukan kita membuat program baru. Kenapa hal itu?. Supaya tidak terlalu susah untuk mengubah cara pengelolaan dari masyarakat,” ujarnya.
Salah satu contohnya adalah PGN Saka mengembangkan produk-produk hasil tangkapan ikan dari nelayan, serta mengelolanya menjadi bahan siap saji. Seperti contohnya kerang dan kepiting, serta produk yang dihasilkan dari pohon mangrove.
“Jadi pohon mangrove itu selama ini kita hanya berpikir bahwa pohon itu untuk melestarikan garis pantai. Ternyata ada manfaat lain dari situ selain diambil kayunya. Buah mangrove itu bisa dijadikan kopi yang bisa diminum.Kemudian ada keripik yang juga bisa dihasilkan dari situ,” kata Erry.
Sementara di 2025, PGN Saka mencoba untuk memberi pelatihan agar para warga yang diberdayakan tersebut bisa menaruh produk-produknya di marketplace. “Jadi kita tidak bisa tidak memanfaatkan marketplace dan digital karena ya itulah keadaan sekarang gitu. Nah untuk memperkenalkan itu ke mereka kita akan mulai di tahun 2025,” ucap Erry.
Kemudian di pilar infrastruktur, PGN Saka berfokus kepada penyediaan sarana air bersih dan bagaimana mengelolanya. Serta di pilar lingkungan seperti pengembangan ekosistem mangrove.
“Itu kami mulai dari 2014 dan sekarang kelebihan dari kami di Saka adalah kami punya pembibitan sendiri. Jadi mungkin ini agak sedikit berbeda dari banyak K3S (kontraktor kontrak kerja sama) lain yang mengembangkan mangrove juga,” katanya.
Baca Juga
Fokus Infrastruktur Energi Masa Depan, Ini Sederet Proyek Strategis PGN
Erry menyebutkan perseroan menggelontorkan dana US$ 400.000 dalam menjalankan kegiatan community development. Berada di dekat perairan, dana itu menyasar lebih dari 50 ribu penerima manfaat. Di mana 80% adalah nelayan, serta sisanya petambak.
"Kami menjalankan program untuk masyarakat ini, dalam pilar kesehatan, pendidikan, serta lingkungan sejak 2019 hingga 2024, sehingga belum melakukan penghitungan sustainability return of investment. Namun, yang pasti persahabatan dengan masyarakat ini telah sangat membantu kami sebagai license to operate. Salah satu wujudnya mereka ikut menjaga wilayah kerja kami," ucap Erry.
Sebagai informasi, dikutip dari laman resminya, PGN Saka didirikan pada 27 Juni 2011, sebagai anak perusahaan hulu minyak dan gas bumi, PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN).
PGN Saka bekerjasama dengan induk perusahaan untuk mendapatkan, mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya gas alam dan melengkapi peran PGN sebagai industri yang bergerak di sektor midstream di Indonesia. Pemegang saham langsung PGN Saka adalah PGN dan PT PGAS Solution (anak perusahaan PGN lainnya) dengan kepemilikan masing-masing sebesar 99,997% dan 0,003%.

