Simak Sederet Potensi Sawit Berkelanjutan di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, Indonesia memegang peranan yang sangat penting dalam global supply chain industry yang memanfaatkan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku.
“Sekilas jika disebut pemanfaatan minyak kelapa sawit yang terpikir adalah minyak goreng, padahal sejatinya CPO juga dimanfaatkan dalam berbagai produk lain yang kita konsumsi dan gunakan sehari-hari,” tulis riset ICDX, dikutip Rabu (15/5/2024).
Selain minyak goreng, minyak kelapa sawit juga dimanfaatkan dalam pembuatan sampo, cokelat, lipstik, mie instan, mentega, deterjen, dan bahkan saat ini minyak sawit juga dimanfaatkan sebagai campuran dari bahan bakar minyak untuk mesin diesel.
Masifnya pemanfaatan dari minyak kelapa sawit tersebut membuat Indonesia yang merupakan produsen utama menjadi pemain penting dalam perekonomian dunia.
Baca Juga
Soal Sawit RI Dilarang Masuk Pasar Eropa, Mendag Zulhas Singgung Program Prabowo
Sebagai penghasil minyak nabati, kelapa sawit memiliki keunggulan dibandingkan dengan tanaman lain yang juga dapat menghasilkan minyak nabati, diantaranya:
• Efisien
Jumlah minyak nabati yang dihasilkan oleh buah kelapa sawit jauh lebih banyak dibandingkan dengan minyak nabati yang dihasilkan tanaman lain. Sebagai gambaran, satu hektar perkebunan kelapa sawit mampu menghasilkan minyak nabati sebanyak 3,8 ton, hal ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan misalnya biji bunga matahari yang hanya mampu memproduksi 0,7 ton minyak nabati untuk setiap hektar perkebunannya.
• Produktif
Satu pohon sawit dapat mulai menghasilkan buah dari usia 3 - 4 tahun, dalam setahun satu pohon sawit dapat menghasilkan kurang lebih 40 kg dan pohon ini akan terus berbuah hingga usia 25 tahun.
• Bernutrisi Tinggi
Kelapa sawit diketahui memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Nutrisi yang banyak terkandung di dalam kelapa sawit diantaranya adalah beta-carotene, tokoferol dan tokotrienol. Beta-carotene merupakan molekul yang dapat dikonversi menjadi vitamin A oleh tubuh manusia, sedangkan tokoferol dan tokotrienol merupakan senyawa yang membentuk vitamin E. Beta-carotene sendiri juga dikenal sebagai antioksidan yang baik sehingga minyak sawit merupakan kandungan antioksidan yang baik.
Baca Juga
Pelacakan Jadi Kunci Pemerintah Perkuat Posisi Sawit Hadapi EUDR
• Tahan Panas
Dibandingkan minyak nabati lain, CPO juga memiliki ketahanan panas yang baik, sehingga kandungan zat yang terdapat di dalamnya tidak mudah rusak. Karena sifat ini, minyak goreng yang dihasilkan dari kelapa sawit memiliki keunggulan dibandingkan dengan minyak nabati lainnya dalam kemampuannya menggoreng makanan.
“Keunggulan CPO tersebut tentu merupakan hal positif bagi Indonesia yang merupakan produsen terbesar kelapa sawit dunia, namun keunggulan tersebut bukannya tanpa risiko,” tulis riset.
Komoditas yang memiliki kualitas yang baik dan produktif tentu mendorong peningkatan permintaan terhadap minyak kelapa sawit. Jika sebelumnya CPO hanya dimanfaatkan untuk produk pangan, saat ini banyak bahan-bahan non pangan yang memanfaatkan minyak kelapa sawit sebagai salah satu bahan baku pembuatannya.

