Pakuwon (PWON) Harap Insentif PPN DTP Bisa Diperpanjang
JAKARTA, Investortrust.id – Pengembang property PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), melalui SPV Marketing Pakuwon Residences Bekasi, Miftah menyatakan, adanya kebijakan PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) sangat membantu masyarakat yang ingin membeli rumah atau hunian tempat tinggal. Pihaknya berharap insentif bagi penjualan hunian siap huni bisa kembali diperpanjang
“Kalau sesuai harapan atau tidak kembali ke customer, karena banyak dari mereka menunggu hal tersebut (PPN DTP) apalagi free PPN 11% untuk periode ini, jadi berpengaruh banget sama harga,” ungkap Miftah di Marketing Office Pakuwon Residences Bekasi, Gedung Office 88 Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (6/12/2023).
Menurutnya, kebijakan ini akan menarik minat konsumen karena harga properti akan semakin terjangkau setelah dikenakan insentif. Meskipun kebijakan tersebut ditujukan untuk unit siap huni, dan tidak diberikan pada hunian dalam tahap indent, perpanjangan insentif tetap dapat memberikan dampak positif.
Baca Juga
Progres 30%, Pakuwon (PWON) Optimistis “The Next Kota Kasablanka” Beroperasi Akhir 2024
“Sangat membantu untuk penjualan, terutama dalam konteks hunian (rumah tapak). Dalam sektor properti, dampak kebijakan PPN DTP ini mendorong antusiasme masyarakat dalam memperoleh rumah atau apartemen,” ujar Miftah.
Meski demikian, dalam suasana politik saat ini, Miftah menerangkan, masyarakat cenderung menunggu kebijakan pemerintah yang baru sebelum membuat keputusan pembelian properti. “Meskipun memang tiap musim pemilu begini, properti pasti penjualannya menurun sedikit karena fase 'wait and see', pasti orang-orang juga memantau kebijakan pemerintah selanjutnya seperti apa,” tuturnya.
Pakuwon Residence Bekasi tetap mempertahankan target penjualan sebesar Rp40 miliar per bulan atau Rp6 Triliun per tahunnya. Namun, Miftah menjelaskan, realisasi target ini perlu dikaji kembali mengingat dinamika pasar yang tidak pasti. “Untuk target penjualan tetap sama ya, Rp40 miliar per bulan, berarti Rp6 triliun setahun. Tapi ini masih target ya, belum tahu realitanya di tahun depan bagaimana,” jelasnya.
Baca Juga
Pakuwon Jati (PWON) Catat Lonjakan Laba 23,6% Jadi Rp 1,38 Triliun
Sementara itu, animo masyarakat terhadap produk hunian Pakuwon Residence Bekasi secara bertahap meningkat sejak diluncurkan. Saat ini, Tower 1 telah habis terjual (sold out), sedangkan Tower 2 penjualannya telah mencapai 30%.
“Kalau terkait animo masyarakat kesini bertahap ya, mulai dari pertama kita launching semakin meningkat awareness masyarakat sekitar. Sekarang penjualan di Tower 1 sudah sold out, Tower 2 di 30%,” tutup Miftah. (CR-3)

