Mendag Beberkan Strategi Capai Swasembada Pangan di Dialog Tingkat Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membahas mengenai target yang dicanangkan bakal diwujudkan pada 2028 mendatang. Hal tersebut disampaikannya pada forum dialog kebijakan tingkat tinggi, yaitu High Level Policy Dialogue – Action on Climate & Trade (ACT).
Penyelenggaraan kegiatan ini adalah hasil kerja sama Kemendag, Bank Dunia, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Forum Ekonomi Dunia (WEF). High Level Policy Dialogue ACT ini merupakan rangkaian kegiatan ACT Final Workshop yang berlangsung pada 4-8 November 2024.
“Jadi kita dukung ke pemerintah, Presiden Pak Prabowo, supaya ketahanan pangan atau swasembada pangan 2028 ini segera terwujud. Intinya sebenarnya itu, ya. Jadi kita diskusi saja bareng-bareng dengan beberapa lembaga internasional dan nasional,” kata Mendag Budi di Jakarta, Senin (5/11/2024).
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya: Program Swasembada Pangan-Energi Bakal Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Mendag Budi menyebutkan, dalam mencapai swasembada pangan tersebut terdapat berbagai macam tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah. Salah satu kendala yang disorotinya adalah perubahan iklim yang berpotensi akan berdampak terhadap berbagai sektor perdagangan.
Dengan demikian, menurut Mendag Budi, Indonesia dapat merumuskan kebijakan yang tepat dan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Indonesia harus mampu beradaptasi, memitigasi perubahan iklim, serta melindungi masyarakat dengan memberikan masa depan dan kualitas hidup yang lebih baik. Perdagangan adalah solusi untuk menyeimbangkan kebutuhan-kebutuhan tersebut,” terang Mendag Budi.
Baca Juga
Menteri Dody Bicara Program Swasembada Pangan, Ada Update Pembangunan IKN?
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini mengungkapkan bahwa isu geopolitik, geoekonomi, juga akan menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan swasembada pangan hingga Indonesia Emas 2024.
“Kita harus mampu mengubah tantangan menjadi peluang yang dapat memberikan nilai tambah dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Mendag Budi.

