Menteri Perumahan Pastikan Hak Tanah atas Rumah MBR di Tangerang Gratis!
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan, sertifikat tanah atas rumah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Tangerang, Banten di atas lahan 2,5 hektare (ha) akan dibagikan secara gratis.
“Yang pasti ini tidak disewakan, tidak dijual, gratis. Dan itu harus dikasih kepada rakyat yang tepat dan membangun ekosistem,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam acara groundbreaking rumah gratis bagi MBR di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (1/11/2024).
Dia juga menekankan, pihaknya akan terus mengawal soal sertifikat tanah yang akan diberikan secara gratis kepada rakyat yang akan menghuni klaster sebanyak 250 unit tersebut.
“Makanya kita mesti mikirin utuh begitu. Jadi misalnya berapa tahun (sertifikat tanah) tidak boleh dijual, tidak boleh digadaikan. Itu kan bagian yang kita mesti bangun,” lugas Ara.
Baca Juga
Menteri Maruarar Klaim Status Tanah Sitaan 1.000 Ha untuk Hunian Sedang Diproses Kemenkeu
Sebelumnya Maruarar melakukan prosesi groundbreaking rumah tapak gratis sebanyak 250 unit di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten untuk rakyat miskin dan pra-sejahtera.
Maruarar mematok target penyelesaian ratusan unit tersebut hingga kuartal IV-2025, tepatnya di Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025.
''Ini bukan waktunya kita basa-basi ngomong 'Gotong Royong,' tapi nggak pernah Gotong Royong. Ini waktunya kata dan tindakan sama,'' lugas Ara di Kabupaten Tangerang, Jumat (1/11/2024).
Adapun pembangunan 250 unit rumah gratis ini akan dibangun oleh Agung Sedayu Group dengan tipe 36 dan luasan tanah 60 m2, serta full furnished di setiap unit rumah.
Dalam kesempatan yang sama, pemilik Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma atau biasa disapa Aguan turut menyampaikan, pihaknya siap mendukung program tiga juta rumah setahun Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan backlog perumahan di Indonesia.
Baca Juga
Hebat, Kementerian Perumahan dan Agung Sedayu Bangun Rumah Gratis 250 Unit
''Memang canangan ini buat rakyat atas janjinya Presiden, sehingga kita (Agung Sedayu Group, red) langsung menyatakan, 'Oke kita bantu bangun rumahnya ini.' Kita juga mengharapkan kepada pengusaha-pengusaha yang lain bisa ikut (membangun rumah) bahwa ini betul-betul buat rakyat kurang beruntung (MBR),'' kata Aguan.
Aguan menambahkan, pihaknya telah menyisihkan sebagian dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk dipakai dalam tahap awal pembangunan 250 unit rumah ini. Namun, ia belum dapat memperinci total biaya yang akan digelontorkan sampai rampungnya proyek ini.
''Ini semua dananya sekitar Rp 60 miliar, memang kita dari perusahaan sudah siapin setiap tahun ada sisihkan dari CSR-nya,'' terang dia.

