Prabowo Berencana Tambah 5 Destinasi Wisata Super Prioritas
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana menambah jumlah destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Dia menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan untuk menambah jumlah DPSP dari lima menjadi 10.
Baca Juga
Harga Tiket Pesawat di 3 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Turun
"Setelah lima ini selesai dan baik, kita akan mengkaji lagi tambahan lima lagi yang lain seperti apa," katanya ketika ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2024).
Sebagai catatan, destinasi wisata yang masuk dalam DPSP saat ini adalah Candi Borobudur Jawa Tengah, Likupang Sulawesi Utara, Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Danau Toba Sumatera Utara, dan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT). Destinasi wisata yang menjadi bagian dari program 10 Bali Baru itu ditetapkan pada 2021 oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Widi itu mengatakan Kemenpar akan melanjutkan seluruh program yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di bawah kepemimpinan Sandiaga Salahuddin Uno.
"Tentunya, kita akan meneruskan apa yang telah dijalankan karena itu belum selesai dan melakukan penyempurnaan," tegasnya.
Baca Juga
Dukung Pemerintah, Tiket.com Ungkap Siap Bantu Berbagai Program dari Menteri Pariwisata yang Baru
Widi menyebut penambahan DPSP dilakukan seiring dengan upaya pemerintahan Prabowo menambah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berkualitas. Wisman berkualitas yang dimaksud adalah wisman yang lebih banyak membelanjakan uangnya ketika berkunjung ke Tanah Air.
"Kita akan mempromosikan lebih ke high quality tourist (wisatawan berkualitas), menggalakkan promosi keluar negeri lebih banyak lagi. Tetapi mengenai aksesibilitas, transportasi, harga tiket yang terjangkau, kita harus segera atasi bersama kementerian/lembaga yang lainnya," tuturnya.

