Pemanfaatan Gas Bumi untuk Jargas Tak Sampai 1%
JAKARTA, investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan pemanfaatan gas bumi untuk program jaringan distribusi gas rumah tangga (Jargas) hanya 0,29% di tahun 2024 ini hingga bulan September.
Head of Oil and Gas Commercialization Division, Rayendra Sidik memaparkan, rata-rata realisasi penyaluran gas bumi tahun 2024 untuk jargas sejauh ini hanya sekitar 16,38 billion british thermal unit per day (BBTUD).
“Kalau dilihat city gas ataupun jargas ini masih sangat kecil sekali memang volumenya dibandingkan volume produksi nasional gas bumi kita. BBG masih 0,07%, masih belum 1%. City gas atau jargas itu masih 0,29% dari total semua produksi,” ungkap Rayendra dalam acara Investortrust Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Gotong Royong Membangun Jargas: Menguji Efektivitas Skema KPBU” di Artotel Gelora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
Jargas Kurang Laku, Porsi Pengguna LPG Subsidi di Setiap Kota Capai 95%
Berdasarkan data yang dipaparkan SKK Migas tersebut, pemanfaatan gas bumi paling besar di sepanjang tahun 2024 ini adalah untuk industri, yaitu 26,28% atau dengan rata-rata realisasi penyalurannya sebesar 1.469,01 BBTUD.
Sementara itu, di posisi kedua untuk pemanfaatan terbesar digunakan untuk ekspor LNG, yaitu 23,86% atau rata-rata realisasi penyalurannya 1.333,55 BBTUD. Adapun porsi terbesar ketiga adalah untuk kelistrikan, yakni 12,69% atau dengan rata-rata realisasi penyalurannya 709,26 BBTUD.
“Di sini industri cukup banyak, lalu ada pupuk, petrochemical, kelistrikan, dan domestic LNG. Domestic LNG majority ini digunakan oleh kelistrikan, PLN. Berarti kelistrikan dan domestic LNG ini hampir sama,” jelas Rayendra.
Secara keseluruhan, rata-rata realisasi penyaluran gas bumi tahun 2024 mencapai 5.590,12 BBTUD. Dengan kondisi tersebut, Rayendra mengatakan bahwa pasokan gas RI sebetulnya masih sangat cukup untuk mendukung dan menyukseskan program jargas ini.
“Jadi kalau tadi ditanya masih ada gasnya? Masih. Masih jauh ini,” ucap dia.
Baca Juga
Proyek Jargas Bakal Gunakan Skema Lelang KPBU, PGN: Kami Siap!
Kendati demikian, Rayendra menerangkan bahwa yang menjadi persoalan dalam pengembangan jargas ini sebetulnya bukan dari sisi hulu, melainkan ketersediaan infrastrukturnya. Sebab, pasokan gas tersebut perlu dialirkan ke berbagai wilayah menggunakan pipa transmisi.
“Infrastrukturnya saja yang belum siap. Kalau enggak, mungkin kita bisa mengalirkan lebih banyak,” kata Rayendra.

