Selat Hormuz Punya Peran Penting Jaga Stabilitas Harga Minyak Dunia, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut Selat Hormuz memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga minyak dunia. Pasalnya, lebih dari 20 ribu vessel (kapal) yang membawa puluhan juta barel minyak melintasi selat tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menerangkan, meski saat ini cadangan dan pasokan minyak nasional relatif aman di tengah konflik Iran-Israel, pemerintah perlu mewaspadai dampak dari konflik tersebut berkaitan dengan pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, menjadi jalur pelayaran vital bagi tanker minyak yang mengangkut sekitar 30% minyak mentah dunia atau sekitar 21 juta barel minyak mentah per hari.
Baca Juga
Meski Eskalasi Timur Tengah Belum Mereda, Harga Minyak Dunia justru Turun
"Peran dari selat Hormuz itu penting sekali. Selat hormuz itu bisa dipegang dan dikelola oleh Iran. Jadi sangat menentukan bagaimana Pertamina menyikapi hal itu termasuk pemenuhan pasokan dimana tadi pertamina udah kontrak," kata Tutuka di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (16/4/2024).
Tutuka menjelaskan bahwa Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina sejatinya telah melakukan kajian mengenai dampak yang ditimbulkan akibat perang antara Iran dan Israel. Namun, dia belum dapat membeberkan kajian tersebut lebih lanjut.
Untuk saat ini, Tutuka hanya bisa memastikan kalau konflik Iran-Israel tidak memberikan dampak terhadap Pertamina yang sudah mendapat jaminan keandalan pasokan jangka panjang untuk minyak mentah karena telah berkontrak dengan penjual.
“Kalau menurut kami cadangan nasional, baik yang di kilang maupun yang di jumlah kilang plus entrait di kapal itu totalnya 30 harian. Jadi memenuhi untuk minyak. Untuk LPG dan BBM oke juga, memadai,” ucap Tutuka.

