Apindo: Forum Bisnis dengan Negara Asia Selatan dan Tengah Adalah Kebutuhan
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik upaya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membuka akses pasar ke negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah melalui Indonesia-South and Central Asia (Inasca) Business Forum yang digelar pada, Senin (7/10/2024).
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan potensi negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah tidak bisa diremehkan. Kawasan tersebut menjadi pasar yang potensial dengan jumlah penduduk lebih dari 2,1 miliar jiwa dan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 6% di Asia Selatan dan 5,4% di Asia Tengah.
Sayangnya, masih banyak negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah yang belum punya hubungan dagang dengan Indonesia. Pelaku usaha di Tanah Air juga masih banyak yang tidak mengetahui bagaimana caranya melakukan penetrasi pasar ke negara-negara di kawasan tersebut.
"Indonesia tidak memiliki banyak perdagangan maupun kehadiran bisnis di negara-negara di kawasan seperti Uzbekistan, Azerbaijan, atau Sri Lanka. Kami benar-benar berpikir bahwa akan menjadi sebuah peluang yang hilang jika Indonesia tidak memperluas jangkauan bisnis kami ke negara-negara Asia Selatan dan Tengah yang kurang dikenal ini," katanya ketika memberikan sambutan di Inasca Business Forum di Four Seasons Jakarta, Rabu (7/10/2024).
Baca Juga
Top! Forum Bisnis Kemlu Hasilkan 13 MoU dengan Nilai Total US$ 19,8 Miliar
Menurut Shinta, negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah bisa menjadi alternatif pasar bagi pelaku usaha di Indonesia yang selama ini mengandalkan negara-negara tujuan ekspor tradisional seperti negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara Asia Timur.
Inasca Business Forum, sebut Shinta juga menjadi peluang untuk menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi yang lebih beragam bagi pelaku usaha di Indonesia. Terlebih di tengah ketidakstabilan geopolitik dan banyaknya konflik, hal tersebut tentunya menjadi sebuah kebutuhan bagi para pelaku usaha.
"Kita tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga berupaya membangun kemitraan jangka panjang, tangguh dan berkelanjutan yang dapat bertahan terhadap dinamika ekonomi global yang dapat berdampak buruk pada ekonomi kita," tegasnya.
Baca Juga
BKKBN: Laporan Kependudukan Berperan Penting untuk Pengambilan Kebijakan
Lebih lanjut, Shinta menyebut berharap forum bisnis seperti Inasca Business Forum membuka peluang bagi pelaku usaha di Indonesia untuk melakukan diversifikasi bisnis. Alih-alih mengandalkan komoditas ekspor andalan yang permintaannya terus menurun seiring dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor utama.
"Para pelaku bisnis Indonesia ingin mengembangkannya lebih jauh, terutama melalui diversifikasi kegiatan perdagangan dan investasi untuk memperdagangkan lebih banyak barang di luar minyak kelapa sawit, kapas, atau garmen, dan berinvestasi di sektor bisnis lain yang belum menjadi mitra kerja sama kita," tuturnya.

