Kemenlu: Pelaku Bisnis Indonesia Belum Menyadari Potensi Pasar Asia Selatan dan Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkapkan sulitnya meningkatkan hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah. Padahal, dua kawasan tersebut merupakan pasar yang potensial.
Berdasarkan catatan Kemenlu, kawasan Asia Selatan dan Tengah memiliki populasi sekitar 2,1 miliar jiwa. Adapun, angka Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan negara-negara di kawasan tersebut mencapai US$ 5,2 triliun.
Menurut Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Kemenlu Jatmiko Heru Prasetyo tantangan terbesar dalam meningkatkan hubungan dengan Asia Selatan dan Tengah adalah masih rendahnya kesadaran tentang kawasan tersebut, khusunya oleh pelaku bisnis. Demikian pula kesadaran tentang Indonesia oleh negara-negara di kawasan tersebut.
Baca Juga
“Awareness (kesadaran) untuk yang (negara) non-India masih sangat rendah di Indonesia, dan mereka juga sama, masih sangat rendah mengetahui Indonesia seperti apa,” kata Jatmiko dalam konferensi pers yang digelar di Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2024).
Jatmiko Heru Prasetyo
Jatmiko menjelaskan kawasan Asia Selatan dan Tengah yang terdiri dari 15 negara itu merupakan pasar non-tradisional yang sangat besar bagi produk-produk Indonesia. Ke-15 negara tersebut adalah Afganistan, Azerbaijan Bangladesh, Bhutan, India, Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Maladewa, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
Walaupun demikian, seiring dengan berjalannya waktu hubungan antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah boleh dikatakan menggembirakan. Hal ini tecermin dari volume perdagangan yang melampaui US$ 43,5 miliar dan investasi sebesar US$ 142.000 pada 2022.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik (Dirjen Aspasaf) Abdul Kadir Jailani mengatakan bahwa masih banyak pelaku bisnis di Indonesia yang mengetahui dengan baik potensi yang dimiliki negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah.
Baca Juga
Kemenlu Siapkan “Grand Design” Diplomasi Ekonomi, Ini Tujuannya
“Dan begitu juga sebaliknya, saya tidak yakin bagaimana awareness (kesadaran) mereka (Asia Selatan dan Tengah) terhadap potensi ekonomi di Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu, Kemenlu akan menggelar Indonesia South and Central Asia (Inasca) Business Forum pada 7 Oktober 2024 mendatang di Four Seasons Jakarta, Jakarta Selatan. Forum yang mengusung tema “Unlocking Potential and Fostering Economic Partnership” menargetkan jumlah peserta hingga 400 pelaku bisnis, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurut Kadir, Inasca Business Forum bertujuan untuk mempromosikan peluang bisnis dan pembukaan akses pasar ke Asia Selatan dan Tengah. Forum tersebut juga akan memfasilitasi kemitraan antara pelaku bisnis di Indonesia, termasuk BUMN dengan pelaku bisnis di kawasan yang cukup potensial ini.
Baca Juga
Mengenaskan! Nilai Pasar Saham Lima Emiten Prajogo Pangestu Hangus Rp 413 Triliun dalam Sehari
“Inasca Business Forum juga diharapkan akan meningkatkan hubungan perdagangan, investasi dan pariwisata secara dua arah antara Indonesia dan negara-negara Asia Selatan dan Tengah,” katanya.
Kadir menyebut Inasca Business Forum juga diharapkan menjadi platform interaksi strategis antar pemerintah, kalangan usaha, dan ahli- ahli kawasan untuk peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan negara- negara Asia Selatan dan Tengah secara berkesinambungan. Kemudian mendorong konektivitas dan kerjasama antara Indonesia dengan negara di kawasan tersebut.
"Diharapkan, Inasca Business Forum menjadi platform interaksi bisnis yang efektif untuk para pengusaha Indonesia dengan Asia Tengah dan Selatan," tegasnya.

