Keberagaman Gender di Level Kepemimpinan Kunci Tingkatkan Kinerja Bisnis, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - Keberadaan perempuan di posisi manajerial memiliki dampak signifikan terhadap performa perusahaan, termasuk dalam hal ekspektasi profit dan rencana jangka panjang perusahaan.
Berdasarkan hasil riset tahunan "Women in Business" yang dilakukan oleh Grant Thornton, diketahui bahwa perusahaan dengan lebih banyak perempuan di posisi manajemen senior cenderung lebih optimistis terhadap pertumbuhan bisnis. Perusahaan dengan representasi Perempuan di level manajerial mencapai 35% diperkirakan profitnya akan mengalami peningkatan dalam 12 bulan ke depan.
Secara global, Grant Thornton mencatat rerata partisipasi perempuan di posisi manajemen senior perusahaan mencapai 33,5% hingga 2024. Sementara itu, berdasarkan laporan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2023, proporsi perempuan Indonesia yang menduduki posisi manajerial sudah mencapai 32,26%.
Baca Juga
Kekerasan Berbasis Gender Online Terus Meningkat, VCS Masih Mendominasi
CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menilai peningkatan representasi perempuan di posisi manajemen senior penting untuk memanfaatkan potensi penuh dari tenaga kerja yang beragam. Sebab, keberagaman dalam perusahaan sering kali dikaitkan dengan peningkatan kinerja.
“Tim dengan latar belakang dan sudut pandang yang beragam memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan inovatif, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja yang lebih tinggi,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima oleh Investortrust pada Kamis (3/10/2024).
Selain ekspektasi terkait profit, perusahaan-perusahaan dengan persentase perempuan lebih banyak di posisi manajemen senior juga cenderung untuk lebih banyak melakukan investasi strategis.
Menurut riset Grant Thornton, 35% perusahaan yang berencana untuk berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia, teknologi, serta riset dan pengembangan memiliki banyak perempuan di jajaran manajemen seniornya. Angka ini di atas rata-rata global, yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan lebih banyak perempuan di posisi manajemen senior memiliki pandangan optimis terhadap masa depan.
“Untuk itulah, kami mendorong lebih banyak perusahaan untuk berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk karyawan perempuan, demi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Johanna.
Baca Juga
Pentingnya Peran Perempuan dalam Bisnis, Citi Indonesia Dorong Kesetaraan Gender
Lebih lanjut, Johanna menyebut sektor jasa keuangan menjadi salah satu industri yang masih menghadapi tantangan besar dalam hal kesetaraan gender. Meski demikian, ada kemajuan signifikan di beberapa posisi C-level secara global. Laporan menyebutkan bahwa, di sektor perbankan, jumlah perempuan yang memegang posisi Chief Operating Officer (COO) meningkat sebesar 8% dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, di sektor manajemen aset, perempuan yang menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) juga meningkat sebesar 7% dibandingkan tahun lalu.
“Di sektor jasa keuangan, kami melihat bahwa keterlibatan perempuan dalam posisi manajemen senior memiliki dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Dengan menggabungkan perspektif yang beragam, perusahaan dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar dan mengambil keputusan investasi yang tepat. Selain itu, perusahaan yang menerapkan kesetaraan gender juga dipandang lebih progresif dan bertanggung jawab secara sosial, hal tersebut tentunya dapat menarik perhatian investor, klien, maupun talenta yang lebih baik, sehingga menghasilkan keunggulan kompetitif di pasar,” tuturnya.

