Starlink Masuk Indonesia, Kinerja Keuangan dan Saham Telkom (TLKM) Justru Bisa Moncer, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Layanan internet berbasis satelit Starlink segera beroperasi di Indonesia. Meski masuk Tanah Air, Starlink diperkirakan tidak menggerus pasar provider telekomunikasi besar di Indonesia, justru sebaliknya.
Sebaliknya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) selaku emiten telekomunikasi dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru akan diuntungkan dengan kehadiran perusahaan penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) milik Elon Musk itu.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Anjlok ke Level Terendah Baru Sejak Agustus 2021, Kapan Bisa Bangkit?
Pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono menilai, kedatangan Starlink tidak akan menjadi kanibal bagi bisnis Telkom. “Kan bisa kerja sama saling menguntungkan atau setidaknya kompetisi yang fair, itu hal biasa,” ujarnya kepada Investortrust.id, Rabu (17/4/2024).
Mengingat, Telkom Group sudah memiliki kerja sama dengan Starlink yang bersifat business-to-business (B2B). “Starlink mungkin menawarkan jangkauan suara dan data tanpa memerlukan terminal darat yang sekarang digunakan pelanggannya di tahun-tahun mendatang,” jelas Wahyu.
Perlu diketahui, Starlink mengirim dan menerima SMS melalui koneksi 4G/LTE antarponsel melalui satelit generasi terbaru yang disebut v2mini. Langkah ini mengikuti proyek serupa dari Amazon, Apple, AST SpaceMobile, Huawei, dan Lynk Global. Hal ini dipercaya, semakin memicu terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas bagi pengguna.
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Laba, Kira-kira Begini Potensi Dividen Telkom (TLKM)
“Imbasnya, masuknya Starlink ke Indonesia akan memicu peningkatan jumlah pelanggan Telkom Group,” menurut Wahyu.
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan hak labuh satelit Starlink kepada Telkomsat, anak usaha Telkom yang bergerak sebagai penyedia layanan satelit.
Hak labuh satelit Starlink tersebut merupakan lisensi bagi Telkomsat untuk memberikan layanan pada jaringan perantara yang menghubungkan infrastruktur backbone telekomunikasi milik Telkom Group dengan tower base transceiver station atau tower WiFi perangkat distribusi akses melalui fiber optik.
“Layanan ini hanya ada dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup, bukan untuk layanan retail pelanggan akses internet secara langsung,” jelas manajemen Telkom dikutip dari laman resminya.
Baca Juga
Menkominfo Tegaskan Starlink Harus Pakai IP Address Indonesia
Dengan telah diterimanya hak labuh Starlink, Telkomsat dipercaya semakin siap mendukung program pemerataan pembangunan jaringan telekomunikasi broadband. Hal ini dalam rangka memperkecil kesenjangan layanan digital di seluruh wilayah Indonesia.
Wahyu pun merekomendasikan investor untuk mengoleksi saham TLKM yang sedang terdiskon di kisaran Rp 3.300-3.000. “Saat ini saham TLKM oversold dan memasuki zona beli,” imbuhnya.
Level support terdekat untuk saham TLKM disebutkan berada pada kisaran Rp 3.100-3.000. Saham dari emiten pelat merah ini diprediksi dapat naik ke Rp 3.500 dalam waktu dekat dan menuju Rp 4.200 dalam jangka panjang.
Sebagai informasi, Starlink merupakan layanan berbasis sistem konstelasi satelit non-geostasioner milik SpaceX dengan orbit rendah (low earth orbit/LEO) pada ketinggian 500-1.400 km. Satelit ini mampu memberi layanan dengan latency rendah, throughput tinggi, didukung perangkat stasiun bumi yang mudah diinstal dan portable.
Baca Juga
Pemerintah Ingin Starlink Hadir di Wilayah RI Tanpa Akses Internet
Hal tersebut dipercaya dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan jaringan backhaul di dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasi. “TelkomGroup melihat dan menyambut kehadiran Starlink sebagai complement terhadap layanan bisnis telekomunikasi broadband di Indonesia dan juga dapat membantu percepatan penetrasi maupun pemerataan layanan telekomunikasi di Indonesia, khususnya segmen pasar B2B,” jelas Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf.
Sebelumnya, telkomsat memang telah melakukan penjajakan untuk bersinergi dengan SpaceX. Hingga pada kuartal I-2021, Telkomsat dan SpaceX sepakat untuk bekerja sama dalam pemanfaatan layanan Starlink.
“Dengan adanya hak labuh Starlink ini, kami harapkan TelkomGroup dapat terus mengakselerasi terwujudnya lingkungan dan masyarakat digital Indonesia. Karena kami meyakini dengan digitalisasi, Indonesia ke depannya bisa menjadi lebih baik,” tutup Lukman.
Telkom memandang, kerja sama Telkomsat dengan SpaceX yang telah dan sedang dibangun untuk menjalankan layanan Starlink merupakan langkah strategis. Sinergi dengan perjalanan TelkomGroup ini juga untuk mempercepat pembangunan Infrastruktur dan platform digital cerdas yang berkelanjutan, ekonomis, dan dapat diakses seluruh masyarakat. (CR-10)

