Prospek Saham TLKM, ISAT, dan EXCL Tetap Cerah, Meski Starlink Merangsek Masuk
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan dan saham emiten telekomunikasi tetap cerah, meskipun Starlink merangsek pasar telekomunikasi Indonesia. Penurunan harga dalam beberapa bulan terakhir dinilai tak beralasan, apalagi setelah melihat berlanjutnya konsolidasi industri.
Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mengatakan, penurunan harga saham emiten telekomunikasi, TLKM, ISAT, dan EXCL, dalam beberapa pekan terakhir dipicu ketakutan berlebihan pasar terhadap masuknya Starlink ke Indonesia.
Baca Juga
Bos Telkom (TLKM) Blak-Blakan Ancaman Starlink Terhadap Bisnis Telekomunikasi di Indonesia
“Kami menilai bahwa ketakutan atas kehadiran Starlink tak rasional. Karena, operator ini hanya membidik pasar khusus yang belum digarap maupaun menawarkan harga lebih rendah, dibandingkan VSAT saat ini,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, hari ini.
Prospek Saham Telko
Pasar, terang dia, justru seharusnya memberikan pandangan positif terhadap berlanjutnya konsolidasi industry telekomunikasi. Konsolidasi diharapkan berimbsa terhadap kenaikan harga jual paket daya maupun layanan yang ditawarkan emiten telekomunikasi ini ke depan.
Terkait Starlink, dia mengatakan, belum terlihat ada arah membidik pangsa pasar yang sudah digarap operator telekomunikasi yang sudah ada saat ini. Hal ini terlihat dari keengganan pemerintah untuk menyediakan spektrum untuk Starlink guna memulai layanan D2C.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Berada di Jalur Pertumbuhan Unggul, Bagaimana dengan Sahamnya?
Kapasitas bandwidth data juga akan menjadi kendala bagi Starlink memperbesar pasar di Indonesia, dibandingkan infrastruktur jaringan seluler terrestrial. Operator menyediakan layanan terintegrasi yang membuat pelanggan tetap berlangganan. Starlink menggunakan frekuewnsi di atas 10 Ghz yang cenderung mengalami gangguan lebih banyak.
Sucor Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang bakal menajdi pemain FBB terbesar ke dua di Indonesia setelah akuisisi pelanggan LinkNet. Aksi ini akan memperkuat tambahan pendapatan perseroan tahun ini.
Baca Juga
Didukung Konsolidasi dan Peluang Tender Offer, Begini Target Saham XL (EXCL)
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan overweight saham telekomunikasi. Sedangkan saham EXCL menjadi pilihan teratas direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.500, terutama didukung akan adanya transaksi dengan FREN.
Sucor Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dengan target harga Rp 12.500. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.300.
Grafik Saham TLKM, ISAT, dan EXCL dalam 3 Bulan

