Bahlil Pastikan Proyek Cisem II Gunakan 100% Pipa Produksi Domestik, Jadi Stimulan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pasokan pipa pembangunan transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II (Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur) 100% berasal dari Indonesia.
Hal ini disampaikan Bahlil saat meresmikan dimulainya pengerjaan proyek pembangunan pipa transmisi sepanjang 245 KM tersebut, Senin (30/9/2024). Dia berharap, proyek ini akan menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga
"Tadi, saya tanya perusahaan yang mengerjakan, semua pipanya disuplai dari dalam negeri, jangan pakai luar negeri, kalau dalam negeri ada. Kita berikan applause kepada pengusahanya, karena pipanya semua TKDN 100%," kata Bahlil dalam keterangan resminya, Rabu (2/10/2024).
Proyek senilai Rp 2,7 triliun yang dibiayai APBN itu memang sudah disepakati awalnya akan menggunakan bahan baku produksi lokal minimum 60% dengan harapan memberikan manfaat dan nilai tambah bagi pertumbuhan industri dalam negeri.
Bahlil memandang, dengan mengutamakan produk dan komponen yang diproduksi di dalam negeri, proyek ini membuka peluang bagi pelaku industri untuk berkontribusi secara langsung.
Baca Juga
Kontrak Cisem II Diteken Rp 2,8 Triliun, ESDM Ingatkan Proyek Tak Boleh Molor
“Hal ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga merangsang inovasi dalam pengembangan produk yang berkualitas, juga mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor,” terang dia.
Pemerintah menargetkan proyek Cisem Tahap II akan selesai dalam 18 bulan alias tiga tahun, yakni pada Kuartal I tahun 2026 mendatang. Proyek Cisem Tahap II akan melengkapi Cisem Tahap I dengan panjang 60 km, di mana selesai dibangun pada tahun 2023 dan sudah beroperasi untuk memasok kebutuhan gas bumi di Kawasan Industri Kendal per 17 November 2023, serta Kawasan Industri Batang per 27 Juli 2024.
Baca Juga
Kawasan Industri Kendal Mulai Dialiri Gas Lewat Pipa Cisem Tahap I
Kementerian ESDM saat ini juga sedang mempersiapkan pembangunan pipa gas ruas Dumai-Sei Mangke di Sumatera bagian utara. Jika proyek tersebut rampung, maka akan meningkatkan pemanfaatan gas domestik, karena sudah terhubung dari Jawa Timur hingga Sumatera.
Diperkirakan akan ada penambahan penerima jaringan gas kota (jargas) di Cisem sebanyak 300.000 sambungan rumah tangga (SR) dan Dumai-Sei Mangke sebanyak 600.000 SR. Dari angka tersebut akan mengurangi subsidi LPG 3 kg sebanyak Rp 630 miliar per tahun, dan akan menghemat devisa impor LPG sebesar Rp 1,08 triliun per tahun.

