Proyek Pipa Gas Cisem 2 Resmi Mengalir, Industri Jabar-Jateng Dapat Kepastian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, proyek Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 2 menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat fondasi energi nasional dan mendorong nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Dengan mulai mengalirnya gas bumi melalui proyek tersebut, kepastian usaha bagi kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat menjadi lebih nyata. Proyek pipanisasi gas ini menjamin ketersediaan energi yang lebih stabil serta memberi kepastian bagi pelaku industri dalam menghitung biaya produksi, menjaga keberlanjutan operasi, serta merencanakan investasi secara lebih terukur.
"Setelah dilakukan proses uji coba pada setiap ruas titik yang ada dan alhamdulillah relatif aman, tidak ada kebocoran, sehingga kita bisa melakukan seremoni gas in untuk ruas Cisem 2," kata Yuliot pada acara peresmian pengaliran gas bumi (gas-in) pipa transmisi gas bumi Ruas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 2 di Batang, Jawa Tengah, dikutip Kamis (19/3/2026).
Baca Juga
KPPU Sorot Tender Proyek Pipa Cisem II, Bahlil Bilang Begini
Yuliot menegaskan bahwa proyek Cisem tahap 2 merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi.
"Dari sisi potensi untuk gas, alhamdulillah ikita juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan eksplorasi dan sumur-sumur produksi dan sebagian besar yang dihasilkan itu adalah gas. Dengan adanya sumber gas yang ada di kawasan timur Indonesia dan juga yang ada dari Andaman dan Natuna, ikita integrasikan dalam satu sistem. Ini sistem transmisi gas nasional," ujarnya.
Menurut Yuliot, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, dan kawasan komersial. Dengan ketersediaan energi yang lebih baik, percepatan ekonomi di daerah-daerah yang dilalui infrastruktur ini akan lebih mudah terwujud.
Peresmian pengaliran gas perdana melalui Cisem 2 menjadi tonggak penting karena menandai selesainya tahap konstruksi Season 2 proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang. Tahap ini dimulai dari first welding (pengelasan awal) oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 30 September 2024.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa setelah dinyatakan bebas dari kebocoran, proyek pipanisasi Cisem sepanjang 302 km yang membentang dari Semarang hingga Kandang Haur Timur di Cirebon siap dialiri gas untuk konsumen.
"Saat ini sudah ada komitmen dari beberapa konsumen yang menyatakan minatnya untuk memanfaatkan gas yang dialirkan melalui ruas pipa Cisem ini, seperti Kilang Balongan, Cikarang Listrindo Tbk, dan beberapa industri lain," ujarnya.
Baca Juga
Proyek pipanisasi Cisem menjadi kunci integrasi pipa transmisi gas antara Sumatra dan Jawa. Dengan selesainya Pipa Cisem 2 tahun ini dan rencana pembangunan Pipa Dumai-Sei Mangkei (Dusem) dalam dua tahun ke depan, transmisi gas dari Sumatra ke Jawa diperkirakan akan terintegrasi penuh.
Dengan demikian, hal ini memungkinkan wilayah yang surplus gas, seperti Jawa Timur, menyalurkan gas ke wilayah dengan permintaan tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Keterhubungan pipa transmisi Sumatra-Jawa diharapkan mendorong peningkatan konsumsi gas domestik dan mengurangi ekspor. Saat ini porsi gas untuk dalam negeri sekitar 65% dan dengan integrasi ini proporsi tersebut diperkirakan dapat meningkat.

