Dari Target 3 Juta, Sambungan Air ke Rumah Baru Terealisasi 200 Ribu
JAKARTA, investortrust.id - Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) mengungkapkan, instruksi presiden (inpres) mengenai air minum dan sanitasi terlalu mendadak untuk mengejar target 3 juta sambungan rumah (SR) tahun 2024. Angka ini sekitar 30% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Ketua Umum Perpamsi Lalu Ahmad Zaini menyatakan, inpres air minum dan sanitasi perlu diperpanjang lagi hingga 2030 untuk mencapai target tersebut. Dia juga mengatakan, saat ini, dari target 3 juta SR tersebut, baru 200 ribu SR terdaftar di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Pemasangan pipa-pipa di SR itu sistemnya harus daftar dulu, 'by name by address', lalu diserahkan ke PUPR untuk dibangun, baru diserahkan ke PDAM. Terkait anggaran dari pemerintah yang Rp 16 triliun, kemarin saya rapat dengan PUPR, itu tidak sampai 1 juta (SR) yang daftar loh, baru sampai 200 ribu (SR) yang daftar," ungkap Zaini di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (01/02/2024).
Baca Juga
Perpamsi: Indonesia Butuh Rp300 Triliun untuk Capai 100% Cakupan Air Minum
Dia juga menambahkan, dari alokasi anggaran Rp 16 triliun, realisasi serapannya tidak sampai Rp 1 triliun. "Waktu rapat terakhir dengan PUPR itu masih belum sampai Rp 1 triliun serapan dananya. Karena dadakan dan waktunya pendek, itulah sebabnya belum sampai 1 juta SR yang daftar," imbuh Zaini.
Ketum Perpamsi itu menyarankan seluruh entitas agar berdiskusi bersama untuk mewujudkan target inpres air minum dan sanitasi ini ke depan. Kendalanya dicarikan solusi secara bersama-sama.
"Saran saya adalah mari kita belajar dari kegagalan yang lama, di mana letaknya, kita selesaikan secara bersama-sama, duduk bersama untuk yang lebih baik. Nah, kami harapkan inpres ini dibuka lagi, supaya terwujud 3 juta SR dan terserap juga seluruh anggaran. Jadi, itu tadi, duduk bersama dibicarakan kendala yang ada, terus bersama-sama disempurnakan," ucap Zaini.

