Menperin Sebut Kinerja Industri Batik Anjlok, Akibat Dikepung Batik China?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan kinerja ekspor industri batik pada triwulan II-2024 mengalami kontraksi cukup dalam, yakni sebesar 8,29% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.
Kondisi tersebut diakibatkan oleh melemahnya permintaan di pasar ekspor, kinerja ekspor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi sampai Triwulan II tahun 2024 mengalami kontraksi berturut-turut sebesar 5,56% dan 4,12% (year on year), dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Hal ini juga terjadi pada ekspor industri batik yang mengalami kontraksi sebesar 8,29% dibandingkan dengan tahun 2023 pada periode yang sama," ucap Menperin Agus pada pembukaan pameran Hari Batik Nasional bersama Industrial Festival 2024 di Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga
Jokowi Ajak Kenakan Batik dengan Bangga dan Cinta Budaya Sendiri
Agus menjelaskan, kontraksi tersebut disebabkan oleh adanya banjir produk batik impor, seperti yang terjadi pada kondisi kinerja sektor tekstil dan produk tekstil yang anjlok setelah Tanah Air diserbu produk impor ilegal.
"Pasti itu, jadi produk-produk batik itu sama dengan produk-produk tekstil lainnya yang dihadapi adalah produk-produk impor, ya baik impor yang masuknya secara legal maupun secara ilegal," ungkapnya.
"Ya yang memang sulit untuk produk-produk tekstil kita termasuk batik untuk berdaya saing dengan mereka kalau kita lihat dari sisi harga," tambah Menperin.
Baca Juga
Hari Batik Nasional, Menperin Agus Sebut Nilai Ekspor Batik Capai Rp 126,8 Miliar
Lebih lanjut, ketika ditanya soal asal produk impor batik dari China, Menperin Agus tidak memberikan penegasan. Namun, ia tidak menampik kalau negeri Tirai Bambu tersebut juga telah memproduksi pakaian batik.
"Bisa jadi (China produksi batik juga). Mesti ada perlindungan. Sama dengan industri lain, harus ada regulasi yang memang pro kepada industri dalam negeri kita termasuk TPT, termasuk batik," imbuhnya.

