Perumnas: Perpanjangan Insentif PPN DTP Ringankan Beban Pajak MBR
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) menyambut baik perpanjangan insentif pajak berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% untuk pembelian rumah tapak maupun rumah susun (rusun) hingga Desember 2024.
Wakil Direktur Utama Perum Perumnas, Tambok Setyawati mengatakan, insentif pajak tersebut dapat meringankan masyarakat berpendapatan rendah (MBR), juga dari segmen milenial dan gen Z untuk memiliki rumah.
“Kami optimis bahwa kebijakan ini akan mendorong peningkatan pemasaran hunian, terutama produk-produk yang kami kembangkan di berbagai lokasi strategis, seperti pada hunian Samesta dari Perumnas berkonsep Transit Oriented Development (TOD),” kata Tambok dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga
Resmi! Insentif Bebas PPN Pembelian Properti Diperpanjang hingga Akhir 2024
Adapun perpanjangan insentif tersebut termaktub di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 61 Tahun 2024 tentang Insentif Tambahan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2024
Ia meyakini insentif ini dapat mendorong minat dan keinginan masyarakat agar segera memiliki rumah, hingga akhirnya dapat mengurangi backlog perumahan di Indonesia yang kini tercatat di angka 9,9 juta unit sebagaimana data dari Susenas BPS tahun 2023.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kesuksesan Perumnas dalam membangun beberapa apartemen di kawasan stasiun kereta api dinilai memberikan peningkatan aset yang positif dan respons di masyarakat juga sangat baik, serta mendorong pendapatan masyarakat di sana.
“Kenapa? Karena lokasinya baik dan tentu untuk transportasi juga lebih mudah,” ujarnya saat ditemui wartawan usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (10/7/2024).
Baca Juga
Banggar DPR: Keputusan soal Tarif PPN 12% Ada di Tangan Prabowo Subianto
Perlu diketahui, Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bakal membangun Stasiun KRL baru, yakni "Stasiun Lumpang Parayasa. "
Stasiun tersebut direncanakan berada di antara relasi Stasiun Parung Panjang dan Stasiun Cilejit. Lokasi tersebut ditetapkan seiring dengan dilakukannya pengembangan kawasan hunian Samesta Parayasa di Parung Panjang, Kabupaten Bogor oleh Perumnas.
“Bersama dengan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, KAI dan Perumnas bersinergi untuk membangun dan mengembangkan Stasiun Lumpang Parayasa guna meningkatkan akses dari dan menuju Samesta Parayasa dan sekitarnya,” imbuh Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam keterangan pers, Kamis (18/1/2024).

