Anggota DPR Ini Ungkap Motif Overtreatment dan Fraud di Rumah Sakit
MAKASSAR, investortrust.id - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo menyebutkan kesamaan motif antara overtreatment (pelayanan medis berlebihan yang merugikan pasien) secara sengaja dan fraud atau kecurangan di rumah sakit (RS).
Rahmad mengungkapkan, pengelola RS biasanya melakukan fraud dan overtreatment secara sengaja dengan sejumlah motif, baik akibat faktor ekonomi secara umum, maupun akibat tekanan bisnis di industri kesehatan itu sendiri.
Baca Juga
Tekan Overtreatment, Pengamat Kebijakan Publik: Optimalkan Peran Dewan Pengawas Kedokteran
"Mohon maaf, di zaman sekarang, investasi RS kan juga mahal, membeli alat, bangun gedung, dan lain-lain,” ujar Rahmad Handoyo dalam Investortrust Powertalk “Upaya Publik Tekan Overtreatment & Fraud pada Layanan Medis” di Kota Makassar, Rabu (11/9/2024).
Bahkan, menurut Rahmad, kini muncul tren para pengelola RS menyewakan alat-alat medis, seperti Magnetic Resonance Imaging scan (MRI) dan alat cuci darah, baik yang dibeli sendiri maupun yang disewanya, demi mendapatkan keuntungan.
"RS tidak membeli, tapi cukup menyewa, sewa MRI atau sewa alat dengan cuci darah. Jadi, sekian tahun sudah balik modal," tutur dia.
Pengelola RS, kata Rahmad, melakukan hal itu bukan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada para pasien, melainkan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. “Mereka berpikir bagaimana agar mendapatkan revenue sebesar mungkin. Itu menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan," papar dia.
Baca Juga
Begini Pola Pengobatan Rasional agar Tak Jadi Korban Overtreatment, Pasien Berhak Minta Obat Generik
Rahmad Handoyo mengaku sudah sering menyampaikan overtreatment dan fraud di RS kepada pemerintah agar praktik tersebut tidak terjadi terus-menerus.
"Nah, ini kan sesuatu yang tidak diizinkan atau sesuatu yang harus kita perangi bersama-sama, terutama overtreatment dari sisi kesengajaan. Dari sisi ini memang ada tekanan atau alasan-alasan tertentu. Nah, itu yang ini harus kita perangi," tandas Rahmad.

