Konflik Iran-Israel, Ketua Banggar DPR Minta Pemerintah Amankan Pasokan Minyak Bumi
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah meminta pemerintah memenuhi kebutuhan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri. Sebab, kata Said, pemerintah bergantung dari minyak mentah.
“Jika perang masih berlanjut, jalur suplai minyak bumi melalui Selat Hormuz akan terganggu. Apalagi Iran termasuk 10 negara terbesar yang memproduksi minyak bumi hingga 3,45 juta barel per hari pada 2023,” kata Said, dalam keterangan resminya, Rabu (17/4/2024).
Said mengatakan, dampak kenaikan harga minyak global akan menyebabkan beban besar bagi APBN. Dia mengatakan saat ini APBN menghadapi tekanan eksternal imbas dari kenaikan harga minyak dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.
“Sebab setiap rupiah yang melemah sebesar Rp 500 dan harga minyak naik US$ 10 per barel, maka anggaran subsidi atau kompensasi diproyeksi meningkat Rp 100 triliun,” tulis dia.
Saat ini, APBN 2024 mematok rupiah di level Rp 15.000 per US$ dan ICP US$ 82 per barel. Dengan terganggunya Selat Hormuz, harga minyak bumi diprediksi dapat menyentuh US$ 120 per barel.
“Sebab, jalur ini menjadi penopang 21% lalu lintas minyak bumi dunia,” kata dia.
Selain itu, Said juga meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan dolar AS bagi para importir komoditas strategis, di antaranya bahan pangan dan minyak bumi. Ketersediaan dolar AS itu paling tidak untuk enam bulan ke depan.
“Termasuk proaktif mengembangkan skema pembayaran lebih variatif untuk menggantikan dolar AS, dengan terus mengembangkan local currency settlement, terutama pada pembayaran komoditas strategis di sektor pangan dan energi,” kata dia.
Said berharap pemerintah juga memastikan kemampuannya dalam pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) dan utang luar negeri yang berdenominasi dolar AS.
Baca Juga
Meskipun Harga Minyak Dunia Naik, Pertamina Pastikan Stok BBM Domestik Tetap Aman

