Trinasolar & Vanda RE Teken Proyek Ekspor 1,2 GW Listrik Terbarukan ke Singapura
JAKARTA, investortrust.id – Vanda RE Pte Ltd, perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki Gurīn Energy Pte Ltd, telah menandatangani framework supply agreement dengan Trinasolar, perusahaan global dalam fotovoltaik (PV) pintar dan solusi penyimpanan energi.
Menurut Managing Director, Operations Gurīn Energy Jeremy Ong, kemitraan tersebut merupakan langkah penting dalam kemajuan proyek ekspor energi terbarukan Vanda RE di Indonesia.
“Kami dengan senang hati mengumumkan kemitraan kami dengan Trinasolar melalui anak perusahaan kami, Vanda RE. Didorong oleh misi kami untuk mempercepat transisi energi di seluruh Asia, Gurīn Energy mengembangkan proyek-proyek yang secara strategis memajukan lanskap energi terbarukan di kawasan ini,” sebut Gurīn dalam keterangan resmi, Rabu (4/9/2024).
Berdasarkan perjanjian dimaksud, Trinasolar akan menyuplai 1,2 gigawatt (GW) teknologi terkininya, yaitu Vertex N n-type i-TOPCon yang berbasis produk platform teknologi 210mm.
Modul i-TOPCon tipe-n Trinasolar baru-baru ini memecahkan rekor dunia untuk output daya, mencapai 740,6W di laboratorium.
Baca Juga
Kebutuhan Tinggi, Semen Merah Putih (CMNT) Sertifikasi Pekerja Konstruksi di IKN
Sebagai bukti keandalan dan hasil energi yang tinggi, Trinasolar telah dianugerahi dua penghargaan industri teratas, yakni 2024 Overall Highest Achiever dalam PV Module Index (PVMI) tahunan oleh RETC dan Top Performer oleh Kiwa PV Evolution Labs (Kiwa PVEL) untuk sepuluh tahun berturut-turut.
Framework supply agreement sebesar 1,2 GW yang diumumkan tersebut dan modul-modul PV surya Trinasolar akan digunakan dalam proyek skala utilitas Vanda RE di Kepulauan Riau, Indonesia.
Proyek itu merupakan bagian dari Proyek Vanda Solar & Battery, yang didukung oleh kapasitas PV surya 2 GW dan kapasitas penyimpanan baterai 4.4 GWh, menjadikannya salah satu proyek terbesar di seluruh dunia.
Pada saat proyek selesai tahun 2027, proyek ini akan menyuplai Singapura dengan 300 megawatt per hour (MWh) listrik tanpa terputus dan nol emisi - energi yang cukup untuk memberi listrik kepada 390.000 rumah tangga di Singapura setiap tahunnya.
“Proyek Vanda Solar & Battery mendukung upaya Indonesia dan Singapura menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan, dan perjanjian hari ini merupakan langkah ke depan yang signifikan dalam mewujudkan visi tersebut,” sambung Gurīn.
Proyek Vanda RE telah mendapatkan persetujuan bersyarat dari Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) tahun lalu, sebagai bagian dari rencana Pemerintah Indonesia dan Singapura untuk membangun koridor perdagangan listrik ramah lingkungan di antara kedua negara.
Baca Juga
Edukasi Pegawainya, BKKBN Komitmen Bantu Perangi Judi Online
Trinasolar juga telah mendirikan fasilitas produksi sel surya dan modul terintegrasi pertama di Indonesia untuk mendukung pengembangan sektor energi terbarukan di Indonesia. Fasilitas ini diharapkan akan mulai beroperasi tahun ini.
Head of Southeast Asia, Trinasolar Asia Pacific Elva Wang turut bangga bermitra dengan Vanda RE dalam proyek yang signifikan tersebut untuk kawasan Asia Tenggara.
Pasokan modul-modul mutakhir Trinasolar diyakini berpotensi mengintegrasikan solusi terdepan dalam penyimpanan energi baterai.
“Kami tidak hanya mendukung misi Vanda untuk menyediakan energi bersih yang dapat diandalkan dan tidak terputus, tetapi juga memperkuat tujuan Singapura yang lebih luas untuk mengimpor listrik rendah karbon sebesar 4 GW pada 2035,” ujar Elva.
Kolaborasi tersebut mencerminkan visi kedua pihak untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, memfasilitasi perdagangan listrik lintas batas, serta mempromosikan praktik energi berkelanjutan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional dan dekarbonisasi pasokan energi Singapura. (CR-10)

