Lampaui Target, PNBP Kementerian ESDM Capai Rp 299,53 Miliar Tahun 2023
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berkontribusi dalam memberikan penerimaan kepada negara.
Tercatat, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Bagian Anggaran 020 (KESDM) selalu melebihi target dalam lima tahun terakhir.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memaparkan, pada tahun 2023 capaian PNBP Kementerian ESDM melebihi target, yaitu 118,6% atau Rp 299,53 miliar. Bahkan, sejak 2019-2023, realisasi PNBP mencapai 110% hingga 192%.
"Dalam lima tahun terakhir realisasi PNBP mencapai 110% hingga 192%. Sampai dengan 31 Juli 2024 realisasi PNBP BA 20 Kementerian ESDM adalah sebesar Rp 89,14 triliun (77,%)," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (26/8/2024).
Baca Juga
Kejar Target Produksi Migas, Menteri Bahlil Dorong Reaktivasi Sumur Idle
Bahlil menyebutkan, realisasi pelaksanaan anggaran belanja juga cenderung meningkat. Pada 2023, realisasi pelaksanaan anggaran mencapai Rp 6,1 triliun atau 90,4% dari pagu Rp 6,8 triliun. Nilai Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (SMART) sebesar 94,83. Sedangkan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebesar 90,64.
"Realisasi PNBP Sektor ESDM yang terdiri dari SDA Migas, Minerba, Panas Bumi dan lainnya (iuran hilir migas, jasa layanan dan diklat, dll) juga selalu melebihi target yaitu mencapai 118%-151% dari target," terang dia.
Meski mencatat realisasi yang positif, Bahlil mengungkapkan, di 2023 terdapat satu temuan dan rekomendasi BPK pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang terkait dengan sektor ESDM, yaitu rekonsiliasi volume dan Harga Bumi Tertentu (HGBT) Tahun 2020-2023 belum selesai dilaksanakan.
Baca Juga
WSBP Raih Cuan Besar dari Proyek Bocimi dan LRT Jakarta Fase 1B
Selain itu, juga belum terdapat evaluasi menyeluruh atas implementasi kebijakan HGBT di bidang industri dan/atau di bidang penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum. "Kementerian ESDM telah menindaklanjuti temuan tersebut namun belum sesuai rekomendasi," ungkap Bahlil.

