PNBP Sektor ESDM 2025 Capai Rp 243 Triliun, Bahlil Ungkap Alasan Belum Capai Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diperoleh dari sektor ESDM sepanjang 2025 mencapai Rp 243,41 triliun. Namun, angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp 254,83 triliun.
Bahlil merinci, PNBP dari sektor mineral dan batu bara (minerba) berada di angka Rp 138,37 triliun. Jumlah tersebut sebetulnya sudah melewati target yang tercantum dalam APBN sebesar Rp 127,44 triliun.
Baca Juga
Kejar Target 900.000 BOPD, Wamen ESDM Tinjau Sumur Padang Pancuran Jambi
“Pencapaian target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai 108,56% melampaui target. Di dalam DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran)itu Rp 127,44 triliun, dalam APBN ini yang dimaksudkan. Namun, realisasinya adalah Rp 138,37 triliun,” ucap Bahlil dalam konferensi pers Kinerja Sektor ESDM di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Kendati demikian, capaian PNBP di sektor minyak dan gas bumi (migas) tidak terlalu menggembirakan. Realisasi PNBP sektor migas 2025 hanya mencapai Rp 105,04 triliun, dari target Rp 125,46 triliun atau hanya sekitar 83,7%.
Bahlil menerangkan, hal ini terjadi karena dipengaruhi tren harga minyak dunia yang cenderung bearish hampir sepanjang 2025. Maka dari itu, meski lifting minyak nasional melewati target yang sebesar 605.000 barrel oil per day (BOPD), tetapi kondisi harga pasar tidak terlalu bagus.
“Sekali pun kita punya lifting-nya sampai 605.300 BOPD, tapi saya harus menyampaikan bahwa dalam APBN, asumsi kita harga ICP itu US$ 82 per barel. Namun, kenyataannya rata-rata sejak dari Januari sampai 31 Desember, rata-rata harga minyak dunia itu US$ 68 per barel. Lifting kita tercapai, tapi harganya memang lagi turun,” ungkap Bahlil.
Baca Juga
ESDM Amankan 70.000 Ton Batu Bara Ilegal untuk Dilelang sebagai PNBP
Meski begitu, Bahlil menilai sektor ESDM telah memberikan kontribusi cukup besar terhadap penerimaan negara. Menurutnya, jika digabung dengan pungutan yang lain, kontribusi sektor ESDM terhadap APBN bisa mencapai 16%.
“PNBP kita ini jadi kurang lebih sekitar Rp 240 triliun. Itu baru dari sektor PNBP, belum pada sektor PPH (pajak penghasilan) 21, pajak-pajak yang lain itu belum termasuk. Jadi kurang lebih kontribusi di sektor ESDM terhadap APBN itu kurang lebih sekitar 15-16%,” sebut mantan Menteri Investasi tersebut.

