Kuota Pertalite Bersubsidi tahun 2024 Dipangkas, BPH Ungkap Alasan Ini
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menetapkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite sebanyak 31,7 juta kilo liter (kl) pada 2024. Volume tersebut lebih rendah dari alokasi tahun 2023 sebanyak 32,56 juta kl.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, penurunan kuota volume BBM bersubsidi tersebut didasarkan realisasi tahun 2023 hanya mencapai 92% dari alokasi.
Baca Juga
"Memang ini sedikit lebih kecil dari 2023, karena realisasi penyerapan Pertalite hanya sekitar 30 juta kl, menghitung pertumbuhan hingga kenaikan tahun 2022 ke 2023. Sehingga kita tetapkan kuota (Pertalite) tahun 2024 yaitu 31,7 kl," kata Erika dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin (8/1/2024).
Meski realisasi konsumsi Pertalite naik dibandingkan tahun 2022 sebesar 29,68 juta kl, Erika menilai, pengendalian konsumsi BBM bersubsidi lebih terkendali berdasarkan realisasi tahun 2023 yang hanya 92%,
"Realisasi Pertalite memang 92% atau sekitar 30 juta kl, itu memang mengalami pertumbuhan dari 2022, namun pertumbuhannya tak sebesar tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 240 Miliar, Global Mediacom (BMTR) Borong 7,25% Saham Bank MNC (BABP)
Selain karena faktor pengendalian yang lebih baik, Erika mengatakan realisasi konsumsi Pertalite yang hanya 92% juga bisa disebabkan naiknya kesadaran masyarakat menggunakan transportasi umum.
"Kalau ditanya kenapa seperti itu, kenapa tidak mencapai target, berarti pengendalian lebih baik. Kedua mungkin masyarakat mulai memilih transportasi umum. Di Jakarta dan sekitar sudah banyak transportasi umum yang nyaman, mungkin seperti itu," tuturnya.

