Pengusaha Hotel Masih Enggan Investasi di IKN, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengungkapkan alasan mengapa pengusaha hotel lokal masih enggan berekspansi ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) PHRI Hariyadi BS Sukamdani, pengusaha hotel lokal masih enggan berekspansi ke IKN Nusantara walaupun pemerintah sudah menawarkan insentif. Sebab, jumlah pengunjungnya masih terbilang rendah lantaran hanya mengandalkan aktivitas pemerintahan.
“Ini tidak ada kaitannya sama insentif yang diberikan pemerintah, tapi masalah permintaan. Kalau dikasih insentif tapi tidak ada tamu di hotel, masih tidak berani investasi," katanya saat konferensi pers yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2024).
Lebih lanjut Hariyadi menyebut angka kunjungan ke IKN Nusantara baru akan terdongkrak setelah aktivitas bisnis mulai menggeliat. Tentunya, aktivitas tersebut baru akan menggeliat setelah investasi di sektor bisnis lainnya masuk, khususnya sektor perdagangan yang ditandai dengan dibangunnya pusat perbelanjaan.
Baca Juga
Jokowi Groundbreaking Nusantara International Convention Center and Hotel di IKN
Bos Grup Sahid itu mengatakan kemungkinan kunjungan ke IKN Nusantara tidak akan setinggi kunjungan ke Jakarta. Apalagi jika ibu kota baru itu hanya menjadi pusat pemerintahan, alih-alih juga menjadi pusat bisnis seperti Jakarta saat ini.
“Contohnya Ibu Kota Kanada, Ottawa. Di sana kunjungan sepi karena hanya kegiatan pemerintahan, sedangkan mayoritas kunjungan terjadi di Vancouver atau Montreal,” ujar Hariyadi.
Walaupun demikian, bukan berarti belum ada pengusaha hotel lokal yang menanamkan modalnya di IKN Nusantara. Konsorsium dan PT Intiland Development Tbk (DILD) sudah menyatakan komitmennya untuk membangun hotel di sana.
Konsorsium Nusantara akan membangun Hotel Nusantara, hotel bintang lima dengan sembilan lantai yang dibangun di atas tanah seluas 20.165 meter persegi. Sementara itu Intiland akan membangun hotel bintang tiga IntiWhiz.
Baca Juga
Kerahkan Pakar, Prabowo Yakin IKN Bisa Berfungsi sebagai Ibu Kota dalam 5 Tahun
"Artinya, investor hotel sudah mulai terjadi (melirik), sementara investor lainnya baru sebatas menyatakan keinginan investasi di IKN," ujar Hariyadi.
Selain itu, Royal Golden Eagle (RGE) juga sudah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Nusantara International Convention Center dan Hotel di IKN Nusantara pada Senin (12/8/2024). Presiden Joko Widodo berharap RGE dapat mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan ibu kota baru.
“Selesai kapan? 24 bulan, tapi mungkin bisa dipercepat, Pak. Berarti nanti pada 17-an yang berikutnya baru selesai, artinya apa? Sekali lagi masih belum cukup untuk mengakomodasi undangan yang akan datang di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 yang akan datang,” ujar Jokowi, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Kabinet (Setkab) pada Selasa (13/8/2024).

