Indosat (ISAT) Enggan Hadirkan Layanan Konvergensi, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengungkapkan alasannya tidak terjun ke layanan fixed mobile convergence (FMC), seperti para kompetitor.
FMC mengintegrasikan jaringan seluler dan jaringan tetap (fixed broadband) dalam satu sistem pelayanan dan pembayaran. Inovasi layanan ini memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam hal pelayanan serta pembayaran layanan.
Senior Vice President (SVP) Head of Corporate Communications IOH, Steve Saerang mengatakan, pihaknya masih fokus memberikan layanan terbaik di masing-masing segmen. Sebab, kebutuhan pelanggan layanan seluler dan layanan fixed broadband IOH masing-masing berbeda sehingga belum memungkinkan dilakukan integrasi.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pede Pendapatan Per Pelanggan Tumbuh Lebih dari 10% pada 2024
"Kami masih memberikan layanan sendiri-sendiri, karena kebutuhannya berbeda. Memang sudah ada percobaan atau piloting di beberapa daerah, tetapi keputusan kami sampai saat ini memberikan layanan terpisah karena kebutuhan pelanggan berbeda-beda," kata Ste ketika ditemui di Kantor Pusat IOH, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2024).
Steve mengungkapkan, perbedaan kebutuhan pelanggan layanan seluler dan layanan fixed broadband merupakan hasil riset IOH dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi itu juga digunakan aplikasi layanan pelanggan MyIM3 dan Bima+ Tri yang dikhususkan untuk pelanggan layanan seluler.
"Kami sudah memanfaatkan AI dalam mobile apps sehingga bisa belajar bagaimana perilaku konsumen ini," ujar dia.
Steve menjelaskan, layanan fixed broadband IOH, Indosat HiFi, akan terus diperluas wilayah jangkauannya. Layanan Indosat HiFi telah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.
Akuisisi Aset Pelanggan
Selain berekspansi secara organik, menurut Steve Saerang, IOH menggandeng mitra atau melakukan ekspansi anorganik untuk mengembangkan layanan fixed broadband. Salah satunya adalah akuisisi 325.000 aset pelanggan milik PT MNC Kabel Mediacom (MNC Play) senilai Rp 877 miliar pada November 2023.
IOH masih membuka peluang ekspansi anorganik lewat mitra untuk memperluas jangkauan layanan fixed broadband. Strategi tersebut dipilih karena jauh lebih efisien dibandingkan menggelar kabel serat optik Indosat HiFi di lebih banyak kota atau kabupaten di Indonesia.
"Saat ini kami masih meng-explore karena layanan fixed broadband itu salah satu yang kami targetkan untuk naik pendapatan dan pelanggannya selain layanan utama kami, layanan seluler. Kami targetkan pelanggan fixed broadband tumbuh di 370.000-400.000 pelanggan," papar Steve.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pertimbangkan Satelit untuk Gantikan Peran Menara BTS
Strategi tersebut, kata Steve, merupakan bagian dari upaya IOH bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi ke perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Transformasi tersebut membutuhkan model bisnis yang meminimalkan aset agar perusahaan tumbuh maksimal dengan belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih rendah.
"Kami punya strategi menjadi light asset company (perusahaan dengan aset seminimal mungkin) sehingga kami bisa cukup lincah bergerak di berbagai bidang. Salah satunya saat kami shifting menjadi AI native tech company (perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan). Otomatis kalau masih harus mengurus aset akan menjadi liabilitas," papar dia.
