Indosat (ISAT) Mau Luncurkan Layanan Baru Berbasis AI, Dukung Layanan Publik
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan terbaru di segmen layanan publik yang berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Director & Chief Business Officer IOH Muhammad Buldansyah mengatakan layanan yang akan diluncurkan itu merupakan bagian dari kerja sama strategis IOH dengan Nvidia Corp untuk membangun infrastruktur AI. Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di sela-sela gelaran Mobile World Congress (MWC) 2024 di Barcelona, Spanyol pada Februari 2024 lalu.
“Sebentar lagi tidak sampai tiga bulan kami akan memperkenalkan satu layanan AI untuk kepentingan publik,” katanya ketika ditemui di Kantor Pusat IOH, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Baca Juga
Bangun Jaringan, Indosat (ISAT) Habiskan US$ 2 Miliar Selama 2 Tahun
Sayangnya, pria yang akrab disapa Danny itu enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai layanan berbasis AI yang akan diluncurkan IOH. Namun yang jelas, layanan tersebut didukung pusat data generasi baru yang berkelanjutan, hyper-connected dan tentu saja berbasis AI.
Layanan tersebut juga didikung oleh GPU-as-a-Service (Deka GPU) yang menyediakan akses ke kemampuan AI/Machine Learning paling mumpuni yang didesain khusus untuk pekerjaan komputasi berat, termasuk penyediaan infrastruktur, platform, dan layanan bare metal. Kapabilitas ini akan memastikan layanan supercomputing cloud yang andal, serta memanfaatkan AI untuk menciptakan inovasi bagi penggunanya.
“(Produk kerja sama dengan Nvidia) Contohnya di perbankan, fraud management. Jika dilakukan dengan cara konvensional seperti saat ini bisa 1-2 minggu. Misalnya, validasi membuat akun, awalnya seminggu sekarang bisa menjadi lebih cepat,” ungkap Danny.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Patok Target Ambisius 2028, Bagamana dengan Sahamnya?
Terpisah, Presiden Director dan Chief Executive Officer (CEO) Indosat Vikram Sinha, mengatakan adopsi AI di Indonesia akan berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mendekati angka 7%. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong impelementasi teknologi tersebut di seluruh sektor, tak terkecuali layanan publik.
“Adopsi AI sangat penting untuk bisnis dan konsumen,” katanya dalam acara diskusi bertajuk “Tech & Telco Forum 2024” pada Jumat, (5/7/2024).
Lebih lanjut, Vikram mengatakan bahwa AI merupakan alat untuk mendemokratisasi inovasi. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk tidak hanya fokus mengembangkan AI tidak hanya di wilayah perkotaan.
"Ketika demokratisasi inovasi terjadi, kita akan melihat inovasi yang sebenarnya ada di desa-desa," tegasnya.

