Kemenperin Genjot Nilai Tambah Hilirisasi Sawit Lewat Teknologi
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan Pilot Plant Fraksionasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang merupakan konsorsium hasil kolaborasi antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro Kementerian Perindustrian, Institut Teknologi Bandung, dan PT Rekayasa Industri.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, Pilot Plant ini merupakan upaya Kementerian Perindustrian yang konsisten menjalankan amanat Presiden RI untuk hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA) dan menumbuhkan industri hijau yang berkelanjutan.
"Di antaranya melalui pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi produk-produk yang bernilai tambah tinggi,” ucap Menperin Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga
Ini Saran dari Gapki agar Industri Hilirisasi Sawit Lebih Bergairah
Menperin menjelaskan, kelapa sawit merupakan salah satu program prioritas hilirisasi industri dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor. Nilai ekonomi sektor perkelapasawitan hulu hingga hilir nasional mencapai lebih dari Rp 750 Triliun, setara dengan 3,5% dari PDB Nasional pada tahun 2023.
"Angka ini berpotensi akan terus bertambah melalui inovasi teknologi, dari yang sebelumnya berpusat pada hilirisasi minyak sawit, menjadi semakin luas, termasuk pengolahan biomassa kelapa sawit," ungkapnya.
Pilot Plant ini mampu menghasilkan Glukosa, Xilosa, Lignin (GXL) secara bersamaan. Glukosa merupakan prekursor pembuatan bio etanol, yaitu bahan bakar nabati pencampur bensin (gasoline).
Baca Juga
Akademisi Ini Sebut 2 Strategi Sukseskan Hilirisasi Sawit RI, Apa Saja?
Sedangkan Xilosa dan Lignin merupakan prekursor pembuatan Bio Fine Chemicals, yaitu bahan kimia berbasis sumber daya terbarukan yang dapat diolah menjadi berbagai produk, antara lain xylitol, benzene, dan toluene.
Menperin Agus pun mengharapkan fasilitas Pilot Plant ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat pemangku kepentingan industri, termasuk pengolahan biomassa kelapa sawit, yang selama ini masih terabaikan.
Beroperasinya fasilitas ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan limbah dan hasil samping kebun kelapa sawit menjadi produk yang mengisi kekosongan struktur industri nasional sesuai program hilirisasi industri kelapa sawit.
Baca Juga
Dirut BPDPKS: Perlu 1 Lembaga yang Diberi Kewenangan Khusus untuk Hilirisasi Sawit
"Melalui program ini adalah peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk turunan sawit, potensi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi nasional, substitusi impor, dan penguasaan teknologi oleh konsorsium dalam negeri," tandasnya.

