Maksimalkan 200.000 Potensi SDM, Kemenperin Dirikan Balai Diklat Industri di Batam
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) akan membangun Balai Diklat Industri (BDI) di Batam untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di wilayah itu dan sekitar.
Kepala BPSDMI Masrokhan menyebutkan kebutuhan tenaga kerja di Batam dan sekitarnya adalah kurang lebih hampir mencapai 200.000 orang yang dibutuhkan untuk perusahaan penanaman modal asing (PMA), dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Masrokhan menjelaskan, lahan dan bangunan untuk mendirikan Balai Diklat Industri tersebut merupakan pemberian dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Serah terima lahan dan bangunan dari BP Batam pun telah dilakukan.
Baca Juga
Tarik Minat Investor, Menperin Agus Minta Kawasan Industri Bertransformasi
“Balai Diklat Industri Batam ke depannya akan berfokus pada pelatihan dengan spesifikasi Kompetensi Industri bidang Logam, Mesin, Aeronautika, Teknologi Informasi, Elektronika dan Perkapalan sesuai dengan kebutuhan Industri di Batam," ucap Masrokhan saat ditemui di Gedung PIDI 4.0, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2024).
Adapun, total luas lahan yang diserahkan kepada Kementerian Perindustrian adalah 8.765 m2 dengan rincian 11 (sebelas) Nomor Urut Pendaftaran (NUP) di dalamnya. Adapun pendirian BDI Batam ini direncanakan akan berlangsung pada tahun 2025-2028 mendatang.
Adapun diklat yang diselenggarakan merupakan pelatihan berbasis 3 in 1. Artinya, dalam 1 diklat, peserta bisa mendapatkan 3 manfaat, yakni pelatihan kompetensi agar peserta dapat menguasai skill yang dibutuhkan industri, sertifikat kompetensi yang berguna dalam jenjang karier, serta penempatan kerja di industri terkait.
Baca Juga
Kuartal II-2024, Penjualan Lahan Kawasan Industri Jabodetabek Melesat 184%
“BPSDMI Kemenperin menaungi tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang menyelenggarakan pelatihan di berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahun 2023 saja, telah dilatih 32.714 peserta pada diklat di berbagai sektor industri,” ungkapnya.
Ketujuh Balai Diklat Industri tersebut adalah BDI Jakarta, BDI Medan, BDI Padang, BDI Yogyakarta, BDI Surabaya, BDI Denpasar, dan BDI Makassar. Setiap BDI memiliki spesifikasi kompetensi pelatihan masing-masing, bahkan terdapat pelatihan inklusif untuk penyandang disabilitas.
“Diharapkan dengan hadirnya BDI Batam, pelatihan SDM di Batam akan semakin banyak tersedia,” tandas Masrokhan.
