TAM: Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Toyota Naik 74% Semester I- 2024
TANGERANG, investortrust.id - PT Toyota Astra Motor (TAM) mengeklaim penjualan mobil berteknologi elektrifikasi Toyota dan Lexus di Indonesia melejit sepanjang semester I-2024. Lompatan tersebut memperkuat posisi pabrikan asal Jepang itu juga sebagai memimpin pangsa pasar kendaraan roda empat di Indonesia.
Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan, penjualan mobil berteknologi elektrifikasi Toyota dan Lexus di Indonesia naik hingga 74% secara tahunan sepanjang 2024. Sepanjang Januari-Juni 2024, TAM sudah menjual sebanyak 19.158 mobil berteknologi elektrifikasi.
Sebagai catatan, Lexus merupakan merek mobil mewah yang di bawah naungan Toyota Motor Corporation. Beberapa model mobil yang dipasarkan oleh Lexus dikembangkan dari platform yang sama dengan model mobil Toyota.
Baca Juga
Demi Tekan Emisi Karbon, Toyota Pamerkan 2 Mobil Hybrid Baru Ini di GIIAS 2024
"Di tengah pasar yang sedang melemah, Toyota memperkuat posisinya di pasar Indonesia dengan pangsa pasar 32,9% pada semester I-2024. Tercatat kenaikan 74% penjualan mobil xEV atau mobil (berteknologi) elektrifikasi dengan pangsa pasar 45,8% dari pasar mobil listrik di Indonesia," katanya dalam Media Gathering TAM di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang digelar di ICE-BSD, Tangerang, Selasa (23/7/2024).
Anton menjelaskan, mobil berteknologi elektrifikasi dari Toyota dan Lexus terbagi menjadi empat jenis.
Pertama adalah, hybrid electric vehicle (EV) yang menggabungkan penggunaan mesin konvensional dan motor listrik dengan tingkat emisi lebih rendah 50% dari mobil konvensional. Tenaga untuk menggerakkan motor listrik berasal dari mesin konvensional berbahan bakar bensin.
Kedua adalah, plug in hybrid EV yang menggabungkan penggunaan mesin konvensional dengan motor listrik yang tenaganya berasal dari baterai. Baterai tersebut dapat diisi menggunakan port atau colokan khusus layaknya mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan konvensional.
Baca Juga
Toyota Gandeng Subaru dan Mazda Ciptakan Mesin Ramah Lingkungan
Ketiga adalah battery EV dengan motor listrik yang ditenagai oleh listrik dari baterai. Teknologi baterai yang dapat diisi ulang ini juga ikut dihadirkan oleh Toyota dan Lexus di Indonesia di tengah gempuran battery EV asal China.
Terakhir atau keempat adalah fuel cell EV, mobil yang masih sangat terbatas jumlahnya ini menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya. Sama seperti battery EV, mobil dengan teknologi ini sama sekali tidak mengeluarkan emisi atau zero emission.
Anton menyebut saat ini sudah ada 21 model mobil berteknologi elektrifikasi yang ada di Indonesia. Semuanya didukung oleh fasilitas pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di beberapa lokasi, khususnya ruang pamer atau showroom Toyota dan Lexus.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Ungguli Industri, Prospek dan Target Sahamnya?
"Ekosistem xEV di Indonesia didukung oleh 111 dealer atau showroom yang 3 di antaranya terdapat fasilitas pengisian daya super cepat atau UFC Ultra Fast Charging). Kemudian 2 fasilitas pengisian di ruang publik dan 2 di tempat parkir yang juga tersedia UFC," paparnya.
Adapun, untuk perinciannya adalah 16 SPKLU di Sumatra, 89 di Jawa, 1 di Kalimantan, 7 di Sulawesi, dan 2 di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

