Menhub Optimistis Kolaborasi Simbara dan Inaportnet Bisa Dongkrak PNBP
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk meningkatkan integrasi sistem layanan kepelabuhanan Indonesia, Inaportnet, dan Sistem Informasi Pengelolaan Mineral dan Batu Bara (Simbara). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meyakini, dengan kolaborasi ini jumlah kunjungan kapal dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Indonesia akan terus meningkat.
“Hingga tahun 2023, Inaportnet telah diterapkan di 264 pelabuhan di seluruh Indonesia. Dari 54 pelabuhan yang menangani komoditas mineral dan batu bara, sebanyak 20 pelabuhan dengan volume muatan tertinggi telah menjadi fokus utama pengawasan. Upaya ini berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan kapal dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (23/7/2024).
Budi Karya menambahkan, integrasi kedua sistem ini telah berdampak pada meningkatnya keselamatan pelayaran dalam upaya verifikasi kedatangan dan keberangkatan kapal.
Baca Juga
Luhut: Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 10 Triliun dengan Simbara Nikel-Timah
Ia pun berharap, penguatan integrasi sistem Inaportnet dan Simbara ke depannya dapat meningkatkan kepatuhan dan pengawasan muatan mineral di pelabuhan. Sehingga, produktivitas keuangan negara pun dapat terkerek naik.
“Kolaborasi antarkementerian dan lembaga ini memudahkan para regulator terkait di pelabuhan untuk melakukan pengawasan dan validasi muatan, Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) royalti, hingga lembar hasil survei yang diterbitkan oleh surveyor,” ujar Budi Karya.
Selama ini, menurut Menhub, pemanfaatan data Inaportnet telah meningkatkan efisiensi waktu dan biaya layanan kepelabuhanan. Integrasi Inaportnet dengan Sistem Single Submission (SSm) pengangkut telah mempercepat proses penyerahan dokumen secara elektronik, mencerminkan transformasi digital yang efektif dan efisien di sektor kepelabuhanan.
Baca Juga
Simbara Nikel dan Timah Diluncurkan, APNI: Semoga Tak Ada Serangan Hacker
“Aplikasi ini pun telah diintegrasikan dengan Simbara guna meningkatkan pengawasan terhadap komoditas tambang dan penerimaan negara atas komoditas tambang,” imbuh Budi Karya.
Sebagai informasi, aplikasi Simbara diluncurkan pada Maret 2022 yang melibatkan sejumlah kementerian terkait di antaranya Kementerian Keuangan, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perhubungan.
Aplikasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengembangan dan pembangunan sistem informasi yang terintegrasi serta pertukaran data dan/atau Informasi dari kegiatan usaha komoditas tambang.
Baca Juga
Sri Mulyani Sebut Rp 3,47 Triliun Penambangan Ilegal Bisa Dicegah Berkat Implementasi Simbara
Awalnya, Simbara berfokus pada komoditas batu bara. Saat ini, penggunaan Simbara diperluas untuk mengawasi komoditas timah dan nikel.
Selama ini, implementasi Simbara telah memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara. Misalnya saja pencegahan atas modus illegal mining (penambangan tanpa izin) senilai Rp 3,47 triliun, tambahan penerimaan negara yang bersumber dari data analitik dan juga risk profiling dari para pelaku usaha sebesar Rp 2,53 triliun serta penyelesaian piutang dari hasil penerapan automatic blocking system yang juga merupakan bagian dari Simbara sebesar Rp 1,1 triliun.
Potensi pendapatan negara dari komoditas nikel dan timah sangat besar. Indonesia merupakan salah satu produsen nikel dan timah terbesar di dunia. Cadangan nikel Indonesia mencapai sekitar 21 juta ton atau 24% dari total cadangan dunia. Sementara cadangan timah Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan cadangan sebesar 800 ribu ton atau 23% dari cadangan dunia.
Baca Juga
Tak Hanya Nikel dan Timah, Simbara Juga Direncanakan Cakup Bauksit hingga Tembaga
“Kami mengapresiasi apa yang diinisiasi Menko Marves dan Menkeu sehingga kondisi di lapangan lebih tertib. Hal ini sangat positif di tingkat tataran operasional. Kami sangat mendukung agar manfaatnya bagi kepentingan negara lebih bisa dirasakan,” tutup Menhub Budi Karya.
