Dorong Penurunan Biaya Logistik, 264 Pelabuhan Terapkan Inaportnet
JAKARTA, investortrust.id– Sebanyak 264 pelabuhan telah berkomitmen menerapkan Inaportnet dan akan terus bertambah. Sistem digitalisasi pelayanan kepelabuhanan melalui Inaportnet yang diluncurkan pada 2016 ini akan mendorong penurunan biaya logistik.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, Kemenhub secara bertahap akan terus menerapkan digitalisasi di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia. “Kami konsistensi menerapkan sistem Inaportnet. Sistem ini untuk mewujudkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel,” ujar Menhub dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (25/11/2023).
Baca Juga
China Merchants Port Akuisisi 51% Saham Nusantara Pelabuhan (PORT)
Pada tahun ini, kegiatan Go Live Inaportnet dilakukan tiga tahap, dengan target 151 pelabuhan terdigitalisasi. Realisasinya melebihi target, secara year to date, sudah terlaksana di 155 pelabuhan termasuk di 4 (empat) pelabuhan pemekaran.
Pada tahap III ini, lanjut dia, terdapat penambahan 66 pelabuhan yang berkomitmen menerapkan Inaportnet. Dari pelabuhan tersebut, lima diantaranya yaitu Pelabuhan Namrole di Maluku, Pelabuhan Ampana di Sulteng, Pelabuhan Paloh di Kalbar, Pelabuhan Gilimanuk di Bali, dan Pelabuhan Masalembu di Sumenep, Jatim.
Menko Perekonomian Apresiasi
Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut juga menyelenggarakan kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan Pelaksanaan Go Live Inaportnet Tahap III Tahun 2023 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/11). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Kemenhub yang telah mendukung percepatan transformasi digital sektor pelabuhan ini melalui sistem Inaportnet.
"Upaya transformasi dari layanan manual ke digital akan berdampak pada efisiensi waktu. Selain itu, penurunan biaya logistik," ucapnya.
Baca Juga
IPPC dan Hyundai Perkuat Kerja Sama Layanan Bongkar Muat Kepelabuhanan
Menhub menambahkan, perkembangan zaman menuntut adanya perbaikan pelayanan kepelabuhanan. Saat ini, Indonesia telah dipercaya oleh beberapa negara untuk melakukan studi banding penerapan digitalisasi di pelabuhan. Beberapa negara yang melakukan studi banding adalah Tanzania, Zanzibar, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
“Kita harus selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Untuk itu, kita harus terus berupaya meningkatkan pelayanan di tengah tantangan global,” ucapnya.
