Pengusaha Optimistis Harga Batu Bara Naik 10-20% Tahun Depan, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Batu bara terus merana jelang berakhirnya 2023 karena harganya turun mendekati US$ 140 per ton. Meski demikian, pengusaha menyatakan optimismenya bahwa harga batu bara bakal rebound tahun depan.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batu Bara (Aspebindo), Anggawira memprediksi harga batu bara bakal naik 10-20% pada 2024.
"Tahun ini kan memang ada penurunan ekspor kita. Tahun depan kalau saya lihat, karena tren sudah membaik mungkin akan sedikit rebound, at least 10-20% kalau ada kenaikan, gak akan terlalu jump seperti saat pandemi Covid-19," ucap Anggawira di sela forum Indonesia Mineral and Energy Conference yang digelar Aspebindo (Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batu Bara Indonesia) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2023).
Baca Juga
Aspebindo Dorong Pelaku Industri Batu Bara Kembangkan Ekosistem Energi Hijau
Dia menjelaskan penurunan harga batu bara selaras dengan turunnya ekspor Indonesia. Hal itu dipengaruhi perubahan iklim dan situasi geopolitik yang terjadi di belahan dunia lain.
Selain itu, China sebagai pasar ekspor batu bara terbesar di Indonesia disebutnya telah menimbun batu bara hingga 500 juta ton. Meski demikian, Indonesia membuka peluang ke pasar lain yaitu India dan Bangladesh. Namun peluang itu bukan tanpa tantangan.
"Kita lihat industri mereka (India dan Bangladesh) sedang tumbuh, jadi saya rasa bisa sekali menjadi next market kita. Tetapi perlu dukungan financial institution yang masih menjadi kendala," tuturnya.
Baca Juga
Indef Prediksi Harga Batu Bara US$ 110-130 per Ton di 2024, Ini Faktor yang Mempengaruhi

