Peringati Hari Koperasi, Kemenkop UKM Jalin Kerja Sama dengan Pemkot Surabaya
JAKARTA, investortrust.id - Dalam perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-77, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kemenkop UKM) menjalin kerja sama dengan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya.
Adapun kerja sama tersebut terkait dengan integrasi aplikasi online data system (ODS) dengan aplikasi Awasi Boyo milik Pemkot Surabaya.
Sekretaris Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim, mengatakan dalam istilah teknologi informasi, agile adalah salah suatu metodologi pengembangan software yang dilakukan dengan sistem kolaborasi antar tim secara terstruktur dan terorganisir.
Baca Juga
Kemenkop UKM Ungkap Tiga Langkah Dorong Pertumbuhan Koperasi, Apa Saja?
“Tentunya semangat ini sejalan dengan semangat kita bersama dalam rangka integrasi dan interoperabilitas data koperasi, melalui Online Data System (ODS) KemenKopUKM dengan Aplikasi Awasi Boyo Pemerintah Kota Surabaya,” kata Arif di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/7/2024) dikutip dari keterangan resmi.
Ia menekankan, proses tersusunnya nota kesepakatan dan integrasi sistem ODS Koperasi dan Awasi Boyo relatif cepat, dengan kolaborasi dan komunikasi yang intens antara tim KemenKopUKM dengan Dinkopdag Kota Surabaya.
Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara SPBE Summit Tahun 2024 bulan Mei lalu yang menitipkan pesan agar semua Kementerian dan Lembaga, serta Pemerintah Daerah saling mengintegrasikan dan menginteroperabilitas aplikasi, data, dan layanan yang berdampak pada masyarakat.
Baca Juga
HUT Koperasi Ke-77, Menko Airlangga Ingatkan Koperasi Utamakan Anak Muda dan Digitalisasi
“Dengan integrasi dan interoperabilitas data koperasi ini, diharapkan kemudahan dan layanan kepada gerakan Koperasi di wilayah Kota Surabya akan semakin baik,” katanya.
Sebagai catatan saat ini terdapat 500 koperasi aktif di wilayah Surabaya. Perayaan Harkopnas oleh Kemenkop UKM bersama Pemkot Surabaya itu diikuti oleh 27 koperasi dan 10 UMKM terbaik.
Hadir di acara yang sama, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, sesuai Pancasila, koperasi merupakan wujud ekonomi gotong royong untuk mempermudah meraih modal usaha dan menyelesaikan permasalahan.
Menurut Eri sebesar 40% anggaran padat karya di Surabaya dikerjakan oleh koperasi, sehingga menggerakkan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan.
"Uang yang berputar bergerak di Kota Surabaya berasal dari koperasi dan UMKM. Hasilnya, kemiskinan dan stunting turun, salah satunya melalui gerakan koperasi,” tutur Eri.

