PLN Didorong Selesaikan Interkoneksi Mahakam, Demi Setop Impor Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini Indonesia diketahui masih mengimpor listrik dari Malaysia untuk menutupi kurangnya pasokan listrik di Kalimantan. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut impor listrik dari Malaysia ini hanya bersifat sementara, karena PLN sedang membangun sistem interkoneksi Mahakam.
“Membeli listrik dari Malaysia hanya bersifat sementara, karena saat ini PLN sedang membangun sistem interkoneksi Mahakam. Sedang dalam proses finishing. Nanti kalau interkoneksi sudah selesai, pembelian listrik dari Malaysia akan langsung dihentikan,” kata Tulus saat dihubungi Investortrust, Rabu (11/7/2024).
Salah satu faktor yang membuat Indonesia mengimpor listrik dari Malaysia dikarenakan belum adanya interkoneksi atau transmisi yang menyambungkan wilayah-wilayah di Kalimantan. Jika interkoneksi itu sudah dibangun, Tulus meyakini kalau impor listrik dari Malaysia akan disetop.
Baca Juga
Indonesia Impor Listrik dari Malaysia, Ini Alasan Kementerian ESDM
Adapun alasan Indonesia mengimpor listrik dari Malaysia menurut Tulus karena harganya yang paling murah ketimbang menggunakan solusi lainnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan listrik di Kalimantan.
“Untuk saat ini, pembelian listrik dari Malaysia paling murah, paling efisien, dari pada mengaktivasi PLTD yang ada. Itu sangat mahal,” sebut dia.
Berdasarkan laporan dari Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2023, yang dirilis Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 7 Juni 2024, impor listrik RI dari Malaysia mencapai 892,91 Giga Watt hour (GWh), meningkat hampir 12% dari tahun sebelumnya yang mencapai 797,38 GWh.
Dalam laporan tersebut, tercatat selama 10 tahun terakhir Indonesia masih bergantung pada impor listrik berbasis air atau Hydro Power Plan dari Malaysia. Pasokan listrik tersebut berasal dari perusahaan listrik Malaysia, Sarawak Electricity Supply Corporation (SESCO), anak usaha Sarawak Energy Berhad.

