Tanpa Dividen, KAI Setor Rp 4,9 Triliun kepada Negara di 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan bahwa mereka memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp 4,9 triliun di tahun 2023. Namun, setoran kepada negara ini diberikan tanpa kontribusi dividen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI, Salusra Wijaya menjelaskan, sejak 2020 KAI mendapat amanah dari Komite Kereta Cepat untuk menahan dividen sebagai bentuk penguatan keuangan KAI sehubungan dengan penugasan-penugasan yang diberikan dan faktor pandemi Covid-19.
Maka dari itu, pada 2020 dan 2021 kontribusi KAl terhadap penerimaan negara dalam bentuk pajak dan non-pajak (PNBP) mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dipaparkan KAI, pada 2019 sebelum Covid-19 melanda, mereka menyetor Rp 4,4 triliun kepada negara.
Baca Juga
Berlaku Hari Ini, KAI Ubah Pola Operasional 27 Perjalanan Kereta Api
Kendati demikian, karena adanya Covid-19, setoran KAI di 2020 turun drastis menjadi Rp 3 triliun dan di 2021 sebesar Rp 2,9 triliun. Pada 2022 setoran KAI mulai naik menjadi Rp 3,1 triliun, sedangkan di 2023 menyetor Rp 4,9 triliun.
“Kontribusi KAI pada penerimaan negara tahun 2023 ini sudah mencapai Rp 4,9 triliun dari penerimaan pajak dan PNBP,” kata Salusra Wijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Selasa (9/7/2024).
Lebih lanjut Salusra menyampaikan, kalau dilihat dari laba rugi KAI, sejalan dengan kenaikan volume pendapatan setelah Covid-19, volume pendapatan bisa mencapai Rp 22,9 triliun di 2022 dan Rp 27,6 triliun di 2023, atau kenaikan 21%.
“Itu equals dengan kenaikan laba, sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba kita meningkat 11% dari Rp 1,6 triliun di 2022, jadi Rp 1,8 triliun di 2023,” terang Salusra.
Baca Juga
Disampaikan oleh Salusra bahwa di masa Covid-19 tahun 2020 menjadi kerugian terbesar dalam sejarah KAI. Pasalnya, KAI mengalami kerugian sampai Rp 1,7 triliun.
“Alhamdulillah dengan efisiensi dalam segala hal, restrukturisasi utang, restrukturisasi perpajakan, dan sebagainya, kita bisa menekan dari minus Rp 1,7 triliun di 2020 jadi minus Rp 425 miliar di 2021,” sebut dia.
Sementara itu, laba bersih KAI di 2022 sudah positif Rp 1,6 triliun, sedangkan di 2023 meningkat menjadi Rp 1,8 triliun. Adapun pada tiga bulan pertama di tahun 2024 ini laba bersih KAI mencapai Rp 391 miliar dengan pendapatan Rp 7,2 triliun.
“Saya harapkan di akhir 2024 ini laba bersih kita bisa at least mempertahankan di atas Rp 1 triliun, sejalan dengan penugasan-penugasan, kereta PSO ini, LRT, dan angkutan bandara,” ujar Salusra.

