Kemenhub Tekankan Pentingnya Digitalisasi Tiket Penyeberangan Guna Cegah Penumpukan di Pelabuhan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan pentingnya pembelian tiket penyeberangan antarpulau melalui pelabuhan perlu dijual secara online lewat Ferizy. Hal tersebut guna mengurangi penumpukan di pelabuhan, seperti yang terjadi di Pelabuhan Merak pada libur Idul Fitri 2024/1445 H.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Risyapudin Nursin menjelaskan bahwa pada 11 April 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan arahan penting soal digitalisasi tiket penyeberangan.
"Beliau menekankan pentingnya setiap penumpang punya tiket elektronik sebelum masuk ke pelabuhan guna mengurangi gangguan dan antrean panjang yang disebabkan penumpang tanpa tiket," kata Risyapudin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Ia menambahkan, sebelum digitalisasi tiket diterapkan, terjadi penumpukan signifikan di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni, khususnya saat malam hari. Hal ini adalah aspek yang tidak bisa diprediksi.
Baca Juga
Ini Upaya Kemenhub Cegah Penumpukan Arus Balik Lebaran di Penyeberangan Bakauheni-Merak
Di sisi lain, menurut Risyapudin, pembelian tiket secara offline juga memunculkan segelintir persoalan. Mulai dari antrean panjang yang menyebabkan ketidaknyamanan pemudik, tidak akuratnya data manifes barang penumpang yang berakibat terjadinya kesulitan klaim konsumen atas asuransi, serta persoalan lainnya.
"Sulitnya penyelamatan korban kecelakaan karena data tidak akurat. Ketiga aspek lingkungan, manajemen operasional sulit karena produksi jalan tol meningkat, aktivitas masyarakat sekitar pelabuhan terganggu," jelas dia.
Oleh sebab itu, Risyapudin menekankan, pembelian tiket penyeberangan online lewat aplikasi Ferizy adalah solusi untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Kemenhub juga berupaya melakukan pengaturan secara tepat untuk mendistribusikan arus kedatangan pemudik untuk mengurangi penumpukan di pelabuhan dan jalan masuk pelabuhan.
Pada puncak arus mudik dan balik Lebaran 2024, Kemenhub mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak mencapai 42.145 unit, sementara Pelabuhan Bakauheni 39.729 kendaraan.
Baca Juga
Urai Kepadatan Lalu Lintas Penyeberangan, Armada Kapal Tambahan Disiapkan Rute Panjang-Ciwandan
Dari data tersebut, sebanyak 30% kendaraan pada puncak arus mudik tidak membeli tiket online, sementara 18% kendaraan pada puncak arus balik datang tanpa tiket. Situasi ini menjadi biang kerok panjangnya antrean di kedua pelabuhan.
"Berdasarkan arahan Pak Presiden dan regulasi Kemenhub, kita perlu pengaturan yang tepat untuk mendistribusikan arus kedatangan pengguna jasa secara merata, untuk mengurangi tumpukan di pelabuhan dan jalan masuk dapat diprediksi. Dan dapat diminimalisir berdasarkan data reservasi tiket," pungkas dia.

