Anindya Bakrie Berharap Indonesia Jadi Pemain Utama Carbon Market Global
JAKARTA, investortrust.id – Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Novyan Bakrie menghadiri London Climate Action Week (LCAW) 2024. Acara yang berlangsung sepanjang 22-29 Juni 2024 ini digelar di London, Inggris.
LCAW adalah salah satu acara perubahan iklim independen terbesar di dunia. Kegiatan ini diselenggarakan Third Generation Environmentalism Limited (E3G), yaitu sebuah forum perubahan iklim dengan pandangan global.
Acara yang berlangsung di seluruh kota London sepanjang pekan ini dimulai dari sesi panel dan webinar hingga lokakarya literasi karbon dan tur taman.
Baca Juga
CdM Kontingen Indonesia Anindya Bakrie Doakan Balap Sepeda Dapat Medali Olimpiade
Anindya mengaku, acara ini menarik, karena menghubungkan dunia barat dan dunia timur terkait isu climate change. “Di Timur, terutama Asia tenggara, kita mengedepankan pertumbuhan ekonomi dan residensi ekonomi untuk meningkatkan kesejateraan orang banyak,” ujar Anindya baru-baru ini di London, Inggris.
Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya Novyan Bakrie (ketiga dari kiri) berfoto bersama di gedung London Stock Exchange di sela acara London Climate Action Week (LCAW) 2024 di London, (26/6/2024). Foto: Dok. Bakrie & Brothers.
Lebih lanjut, Anindya bilang, climate change ini bukan hanya solusi untuk Indonesia, namun solusi bagi dunia mengenai carbon markets. “Kita bicara carbon markets, di mana Inggris (United Kingdom/UK) mempunyai kemampuan dari sisi financial services yang teruji,” sambungnya.
Anindya berharap, Indonesia bisa berperan sebagai pemain yang membawa kesejahteraan bagi orang banyak. Pasalnya, dari sisi lingkungan hidup sangat penting, karena Indonesia memiliki hutan, mangrove, dan lain-lain.
Baca Juga
Bangun Nusantara Sustainability Hub di IKN, Anindya Bakrie: Kita Bisa Jadi Pemimpin Dunia
“Jika mendapatkan carbon sink yang besar, nanti dihargai carbon markets, dan kemudian dananya tentu bisa dipakai untuk inovasi, misalnya pembuat insulasi di dalam sumber daya alam kita,” terang dia.
Menurut dia, hal tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak sejalan dengan upaya Indonesia untuk penguatn carbon market.
“Tapi ingat, energi transisi Indonesia tetap dilakukan secara adjust, karena per kapita tiap tahun masih di bawah rata-rata untuk emisi karbon. Bukan berarti kita tidak melakukan apapun, kita ingin menjadi pemain yang berkontribusi bagi dunia yang bermafaat bagi Indonesia,” tutup dia.

