Bos BPDPKS Nilai Program Hilirisasi Kelapa Sawit RI Sudah Baik, Tapi...
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman mengungkapkan perkembangan hilirisasi kelapa sawit di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang baik. Hal itu terlihat dari tren grafik beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data grafik hilirisasi sawit dari 2011 hingga 2021, terlihat bahwa produk jadi berbasis minyak sawit atau Oleokimia dan Biodiesel sudah menunjukan kemajuan. Namun, memang harus ditingkatkan, sehingga grafiknya semakin melebar, dibandingkan dengan data produk olahan.
Baca Juga
Produktivitas Petani Swadaya Sawit Masih Rendah, Dirut BPDPKS Siapkan 3 Jurus Jitu Berikut
Hal tersebut disampaikan Eddy berdasarkan data komposisi ekspor produk sawit Indonesia yang dipaparkannya pada acara diskusi bertajuk 'Strategi Lanjutan Akselerasi Hilirisasi CPO' yang digelar Investortrust.id.
"Jadi kita lihat datanya dari 2011 sampai 2021 memang mengalami suatu perkembangan yang membaik," ucap Eddy dalam paparannya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Kamis (20/5/2024).
"Tetapi produk-produk jadi itu masih relatif sangat kecil. Nah, inilah yang nanti harus ditekan, sehingga yang biru itu semakin menyempit tetapi yang ungu itu juga harus semakin melebar," tambahnya.
Baca Juga
Hilirisasi di Industri Kelapa Sawit Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Luar Jawa
Lebih lanjut, Eddy menyebutkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah guna mendorong program hilirisasi kelapa sawit di Indonesia sudah berjalan baik. Di antaranya adalah pengenaan bea ke luar hingga melakukan pungutan ekspor.
"Melalui kebijakan bea ke luar maupun pungutan ekspor, bagaimana tarif daripada bea keluar maupun pungutan ekspor itu semakin tinggi untuk produk-produk hulu, dan kemudian semakin rendah untuk produk-produk downstream," terang Eddy.

