Pertamina Akan Akuisisi Perusahaan Brasil, Kementerian ESDM Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengakuisisi perusahaan asal Brasil yang memproduksi gula dan bioetanol. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang hal ini sebagai langkah sementara.
Sekjen Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, akuisisi tersebut bertujuan meningkatkan pasar di dalam negeri. Jika Pertamina mengakuisisi perusahaan bioetanol Brasil, penggunaan bioetanol di dalam negeri bisa lebih luas lagi.
“Saya terjemahkan itu sebagai langkah sementara supaya kita bisa jalan, supaya market-nya bisa tumbuh di dalam negeri,” kata Dadan Kusdiana saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Jakarta, Jumat (14/6/2024).
Baca Juga
Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja Positif Pertamina Tahun 2023
Kendati demikian, menurut Dadan, pemerintah ingin agar produksi bioetanol dilakukan semuanya di Indonesia, dari mulaiditanam, diproses, hingga dipasarkan. Sebab, hal itu akan berdampak pada pengurangan emisi karbon yang lebih masif lagi.
“Karena kalau dari luar datangnya, ketika dibakar, emisinya ada di sini, tapi pengurangan emisinya ada di sana. Kan pengurangan emisinya terjadi saat tebu itu tumbuh, saat pohon itu tumbuh, itu menyerap CO2, tapi pas dipakainya di sini, di sini dibakar, CO2 keluar di sini,” papar dia.
Dia menambahkan, Pertamina berencana mengubah produk subsidi mereka dari bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan paling rendah RON 90, yakni Pertalite, ke tingkat oktan yang lebih tinggi.
Pertamina diwacanakan akan menjadikan BBM dengan kualitas lebih tinggi, seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), dan produk baru BBM bioetanol Pertamax Green 95 (RON 95) sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) pada 2027.
Baca Juga
Tahun 2023, Pertamina Kontribusi Rp 426 Triliun pada Penerimaan Negara
Menanggapi hal tersebut, Dadan menyebutkan bahwa rencana mengganti Pertalite dengan bioetanol sudah ada sejak lama. Namun, itu belum bisa terwujud karena suplai bioetanolnya masih kurang.
“Tapi karena masalah suplainya tidak lancar, dalam arti jumlahnya juga tidak signifikan, kita mulai dari yang ada sekarang. Ke depannya sih kami tidak melihat Pertalite atau Pertamax, semua bensin dicampur (dengan bioetanol), sama saja dengan biodiesel,” ungkap Dadan.

