Sumber Daya Batu Bara Indonesia 97,29 Miliar Ton, Apa Yang Bakal Dilakukan Pemerintah?
JAKARTA, investortrust.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sumber daya batu bara Indonesia mencapai 97,29 miliar ton dan cadangan sebanyak 31,71 miliar ton hingga kini. Sumber daya besar ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah ke depan.
Pengolahan sumber daya ini menjadi dilemma setelah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi produksi batu bara guna mewujudkan net zero emission (NZE) 2060. Perwujudan komitmen ini ternyata terbentur dengan tren kenaikan penggunaan batu bara dalam negeri.
Baca Juga
IMA: Potensi Pasar Batu bara Meredup, CCS dan CCUS Jadi Mahal
Koordinator Penyiapan Program Minerba Kementerian ESDM Nelyanti Siregar menyebutkan, dengan asumsi produksi batu bara mencapai level 600 juta ton per tahun, sumber daya ini baru habis dalam jangka 60 tahun.
“Namun demikian, sebenarnya pemerintah sudah memikirkannya penggunaan batu bara ini setelah Presiden mempunyai komitmen akan melakukan NZE dan Paris Agreement,” ujar Nelyanti, dalam acara Investortrust Power Talk di Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Disebutkan Nelyanti bahwa pemerintah menyadari kalau sumber daya batu bara ini harus tetap dimanfaatkan, mengingat jumlahnya yang melimpah. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan langsung menghentikan aktivitas pertambangan batu bara.
“Kami gak hanya sekadar menghentikan produksi batu baru, langsung stop gitu, tidak. Tetapi ini komitmen presiden atau negara Indonesia untuk net zero. Bagaimana caranya, itu yang nanti ada step-nya, ada penyesuaian-penyesuaian, dan lain-lain,” ujar dia.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Batas Produksi Batu Bara RI Hanya 325 Juta Ton Tahun 2055
Terdekat, ungkap dia, pemerintah menargetkan produksi batu bara tahun 2030 kurang lebih sekitar 700 juta ton, mengingat kebutuhan domestik yang juga masih tinggi. Namun, pemerintah juga tetap akan mencari cara untuk memanfaatkan batu bara ini agar menjadi energi bersih.
“Intinya pemerintah tidak akan menghentikan produksi batu bara, karena penjualan batu bara berkontribusi sangat besar terhadap PNBP. Komoditas ini sangat strategis, sehingga kehati-hatian,” ungkap Nelyanti.

