Nyaris 10 Juta Gen Z Nganggur, Pemerintah Tawarkan Obat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian memberikan respons terhadap rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan terdapat nyaris 10 juta anak muda dari kelompok generasi (gen) Z sedang dalam posisi tidak bekerja maupun menempuh pendidikan, dengan kata lain menganggur. Kemenko Perekonomian sendiri mengklaim telah memiliki obat untuk mengatasi fenomena 'penyakit' sosial tersebut.
Menurut Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kemenko Perekonomiam, Chairul Saleh, salah satu upaya pemerintah mengatasi permasalahan nyaris 10 juta anak muda dari kelompok gen Z yang sedang tidak berkegiatan atau yang populer dengan istilah NEET (not in employment, education, and training) adalah dengan pelaksanaan program Kartu Prakerja.
"NEET itu jawabannya adalah Prakerja, karena ini untuk menyerap lulusan yang belum kerja tapi angkatan produktif," kata Chairul di kantornya, Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Chairul mengungkap anak muda yang tergolong dalam NEET diharapkan dapat memiliki aktivitas untuk mengisi waktu luang sekaligus melakukan skilling, upskilling atau reskilling melalui program Kartu Prakerja. Ia menambahkan hal itu sesuai dengan syarat dari program Prakerja yang mana bagi calon penerima manfaat adalah tidak sedang mengecap pendidikan formal maupun bekerja.
Baca Juga
Gen Z dan Gen X PerolehTransfer Kekayaan Besar-besaran pada 2030-2035
"Prakerja juga mem-provide berbagai macam pelatihan terkini sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini," tambah Chairul.
Meski demikian, Chairul mengaku pemerintah akan terus melakukan sejumlah langkah strategis untuk menekan angka NEET di kelompok anak muda. Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah dialog konstruktif bersama sejumlah pelaku industri yang ditujukan untuk menangkap peta kebutuhan pasar kerja dalam 5 - 10 tahun ke depan.
"Pelaku industri juga harus tahu arah transformasi bisnisnya ke arah mana," ucap Chairul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Investortrust.id, sejak diluncurkan pada April 2020 hingga Desember 2023, Kartu Prakerja telah menyerap 17,5 juta orang penerima manfaat yang tersebar di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja hingga Desember 2023 juga telah bekerja sama dengan 13 lembaga riset independen untuk memaksimalkan evaluasi program tersebut.
Baca Juga
Ini Pentingnya Gen Z Menjaga Pengelolaan Uang di Segenggam Gawai
Setidaknya hingga artikel ini dimuat, Prakerja telah memiliki sebanyak 69 gelombang penerima manfaat. Terdekat adalah pendaftaran Prakerja gelombang 70 yang dijadwalkan akan dibuka pada Jumat, 14 Juni 2024.
Publik dapat melakukan pendaftaran Prakerja yang dibuka setiap dua pekan sekali pada hari Jumat dengan mengunjungi situs resmi https://www.prakerja.go.id.
Sementara itu, belum lama ini BPS melaporkan sebanyak 9,9 juta penduduk dengan rentang usia 15 - 25 tahun dalam posisi sedang tidak mengenyam pendidikan, pekerjaan dan pelatihan alias menganggur. Pengumpulan data tersebut dilakukan BPS dalam kurun tahun 2021 - 2022.
Lebih lanjut BPS melaporkan kondisi menganggur mayoritas adalah perempuan muda sebanyak 5,73 juta orang, sementara sisanya 4,17 juta merupakan laki-laki muda. Adapun rentang usia 15 - 25 tahun merupakan kelompok penduduk yang populer dengan sebutan gen Z, atau yang lahir pada tahun 1997 - 2012.

