Dicecar Anggota DPR, Bahlil Tepis Isu Miring soal Investasi di IKN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dicecar anggota DPR soal realisasi investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahlil pun menepis isu miring tentang kehadiran investor di ibu kota baru NKRI tersebut.
Menurut Bahlil, investasi asing belum masuk ke IKN lantaran kawasan lingkaran pertama alias ring 1 belum rampung. Lingkaran 1 yang merupakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) masih diselesaikan dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan APBN.
"Kalau ditanya kenapa belum ada investasi asing, desain kita itu, klaster pertama selesai di lingkaran 1, baru masuk investasi asing di lingkaran 2,” kata Bahlil dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga
Jokowi dan Prabowo Upacara HUT RI di IKN, Ma'ruf Amin dan Gibran di Jakarta
Bahlil juga menampik anggapan bahwa investasi dari dalam negeri di IKN jalan di tempat. Buktinya, Konsorsium Nusantara yang dipimpin bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan sudah bergerak menyelesaikan proyeknya, Hotel Nusantara, di lingkaran 1 IKN.
"Seminggu lalu saya baru pulang dari sana. Hotel sudah hampir jadi, rumah sakit hampir jadi, beberapa gedung untuk sarana prasarana mendasar juga sudah hampir jadi. Itu adalah investasi semuanya, dalam negeri, di luar APBN," tegas dia.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu menargetkan investasi asing masuk ke IKN setelah perayaan HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024. Investor asing bakal masuk setelah persoalan klaster lahan terselesaikan.
“Investasi asing kapan, setelah 17 Agustus 2024 kita perlihatkan klaster lahan mana yang bisa clear supaya mereka bisa masuk,” tandas dia.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harris Turino sempat mencecar Bahlil dengan pertanyaan seputar belum terealisasinya investasi asing di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Sebelumnya Pak Menteri dengan keyakinan penuh menyatakan akan banyak investasi asing yang masuk ke IKN. Faktanya sampai sekarang tidak ada satu pun saya mendengar ada investor asing yang merealisasikan investasi di IKN,” ujar Harris, dengan berapi-api.
Harris juga menyinggung soal minimnya investor domestik yang menanamkan modal di IKN. "Investor domestik saja jumlahnya masih sangat terbatas, beberapa groundbreaking berhenti, sehingga investasi yang ada semata-mata menggunakan APBN,” ucap dia.
Baca Juga
Transportasi Listrik di IKN Beroperasi Agustus 2024, Bagaimana dengan Taksi Terbang?
Menurut Harris, apa yang dilakukan investor tidak terlepas dari belum rampungnya infrastruktur dasar di IKN. “Kalau investasi dasar belum selesai, investor swasta, apalagi asing, akan sulit sekali menaruh dananya,“ tutur dia.
Anggaran negara yang sudah digunakan untuk pembangunan IKN mencapai Rp 72,8 triliun pada periode 2022-2024. Adapun total kebutuhan dana pembangunan IKN mencapai Rp 466 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 20% atau Rp 90,4 triliun berasal dari APBN.

