Pimpinan Otorita IKN Mundur, Pengusaha Tanyakan Kepastian Proyek
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah memastikan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur setelah pejabat Otorita IKN (OIKN) mundur dari jabatannya.
Seperti diberitakan, Kepala OIKN Bambang Susantono dan wakilnya Dhony Rahajoe mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri keduanya diketahui sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyebut pihaknya sebenarnya tak mempermasalahkan pengunduran diri pimpinan OIKN. Namun, pemerintah harus bisa memastikan apakah penggantinya akan melanjutkan seluruh rencana pembangunan yang sudah disusun oleh pendahulunya.
Baca Juga
Puji Pembangunan IKN, Mendag Zulhas Sebut Bisa Seperti Washington DC
“Ini kan keputusan pemerintah, kita sih yang penting adalah kelanjutan dari proyek-proyek itu dan juga masih hambatan hubungannya. Isu-isu yang hubungannya dengan pertanahan. Ini kepastiannya lah,” katanya ketika ditemui di sela-sela acara International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Menurut Shinta, investor dari dalam maupun luar negeri pada dasarnya hanya butuh kepastian kelanjutan proyek IKN Nusantara. Siapapun yang memimpin proyek tersebut tidak menjadi persoalan asalkan proyek tersebut masih akan berlanjut sesuai rencana.
Sejauh ini, persoalan di IKN Nusantara yang masih menjadi perhatian pengusaha adalah pembebasan lahan. Pemerintah dituding melakukan perampasan lahan milik masyarakat setempat untuk membangun ibu kota baru.
Sebagai catatan, pekerjaan rumah terbesar yang harus diselesaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala OIKN Basuko Hadimuljono adalah menyelesaikan sengketa tanah di IKN Nusantara yang luasnya mencapai 2.068 ha.
Baca Juga
Hingga Groundbreaking Tahap 6, Investasi Masuk IKN Capai Rp 51,3 Triliun
“Beliau (Basuki Hadimuljono) juga sudah mengayakan kita harus menyelesaikan masalah tanah. Masalah ini kan beliau juga mengatakan. Jadi, ya kita dukung saja,” ujar Shinta.
Oleh karena itu, Shinta mengaku dunia usaha sedikit bernafas lega setelah melihat langkah awal Basuki memimpin OIKN. Apa yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini masih menunjukkan keseriusan Pemerintah Indonesia melanjutkan pembangunan IKN Nusantara.
“Jadi, menurut saya keseriusan itu tetap ada. Tinggal memang kita mesti melihat permasalahan-permasalahan yang ada. Isu sekarang kan seperti itu, termasuk permintaan infrastruktur yang pemerintah sudah perbaiki,” pungkasnya.

