AI Lahirkan 69 Juta Pekerjaan Baru yang Butuh Kemampuan Khusus, Ini Strategi Pemerintah dan Google
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) mutlak dilakukan untuk merespons kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Budi Arie menyebut kecerdasan buatan akan menghilangkan 86 juta pekerjaan di dunia. Namun, teknologi tersebut juga akan melahirkan 69 juta pekerjaan baru yang tentunya membutuhkan SDM berkemampuan khusus.
“Inilah dilema dari kemajuan teknologi, tetapi kita harus optimistis. Nanti ada pekerjaan yang hilang, tetapi akan ada pekerjaan baru muncul. Jadi, kita optimistis saja,” katanya ketika ditemui usai acara Google AI untuk Indonesia Emas 2045 di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2024).
Menurut Budi Arie, bagaimanapun juga kecerdasan buatan tidak bisa mengalahkan manusia. Teknologi tersebut bekerja kecenderungannya tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan yang tentu saja sangat penting.
Baca Juga
BRI Gandeng Microsoft untuk Akselerasi Inklusi Keuangan dengan Kecerdasan Buatan
“Karena kemajuan teknologi ini kalau kita tidak mempertimbangkan aspek manusia dan kemanusiaan akan banyak merugikan kita semua,” tegasnya.
Senada, Director of Government Affairs and Public Policy Google Indonesia Putri Alam mengatakan Indonesia harus berinvestasi untuk membangun infrastruktur yang kuat agar dapat memanfaatkan peluang kecerdasan buatan secara optimal. Selain itu, mendorong inovasi melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan.
“Investasi dalam penelitian dan teknologi dasar, infrastruktur cloud, dan dataset terbuka adalah awal yang baik,” katanya saat membuka acara Google AI untuk Indonesia Emas 2045.
Tentu saja, investasi tersebut akan sia-sia tanpa adanya akses pelatihan untuk membekali tenaga kerja di Tanah Air. Mereka perlu dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi gempuran kecerdasan buatan.
Beasiswa Google
Untuk itu, Google menawarkan Beasiswa Sertifikat Google Karier melalui kemitraan dengan program Digital Talent Scholarship Kemenkominfo dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menargetkan 10.000 pelajar.
Program komprehensif ini mencakup pengajaran yang diampu para ahli, bimbingan yang dipersonalisasi, dan sertifikasi yang diakui industri.
“Kami juga belum lama ini mengumumkan AI Opportunity Fund: Asia-Pacific baru senilai US$ 15 juta yang didukung oleh Google.org sebagai wujud investasi lebih lanjut kami dalam mengembangkan keterampilan yang penting di bidang AI,” tutur Putri.
Baca Juga
Pemanfaatan Kian Masif, Indonesia Dinilai Butuh Undang-Undang Artificial Intelligence
Investasi tersebut diharapkan akan membangun kepercayaan diri para pekerja dan pencari kerja, khususnya dari komunitas yang kurang terlayani di Asia Pasifik. Putri menyebut dana ini melengkapi upaya pengembangan keterampilan digital dan AI kami lainnya di Asia-Pasifik, seperti AI Essentials untuk pemula, AI Startup School untuk wirausaha, dan program AI Google Cloud untuk bisnis.
Bekerja sama dengan jaringan investor sosial Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) dan didukung oleh Asian Development Bank, dana ini akan mengundang proposal dari organisasi dampak sosial yang menjangkau orang-orang yang paling mungkin memperoleh manfaat dari pelatihan kecerdasan buatan.
“Organisasi terpilih akan menerima dukungan AI dalam bahasa lokal untuk membantu mereka memberikan pelatihan keterampilan langsung ke komunitas masing-masing,” ungkapnya.
Selain itu, hibah tunai akan membantu mengatasi hambatan belajar, seperti terbatasnya akses ke sumber daya pendidikan. Organisasi dapat mempelajari selengkapnya di situs AI Opportunity Fund atau menyampaikan minat mereka langsung ke AVPN.

