Startup Perikanan eFishery Bidik Pasar Eropa Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id - CEO & Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah menargetkan, perusahaannya mampu memperlebar bisnis dengan merambah ke pasar Eropa di tahun depan. Hal ini seiring dengan permintaan seafood yang tinggi di wilayah tersebut.
“Tahun depan kita masuk ke Eropa dan ada beberapa negara lain seperti Korea yang kita coba masuk,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Menurut Gibran, permintaan akan seafood untuk pasar Eropa terbilang tinggi. Permintaannya tidak setinggi di Amerika Serikat (AS), namun berada diatas Tiongkok. Meski begitu, ada sejumlah tantangan dalam menggarap pasar Eropa.
“Eropa standarisasi sertifikasinya lebih tinggi dan pasarnya terpecah karena negaranya banyak. Kalau AS pasarnya besar tapi satu regulasi,” katanya.
Baca Juga
Potensi Pasar Seafood Global US$ 730 Miliar, Indonesia Belum Manfaatkan Maksimal
Hal terpenting dalam ekspansi, lanjut Gibran, bukan hanya soal negara tujuan, tetapi dari segi nilai tambah produk yang bisa ditawarkan. Ia menyadari, saat ini pihaknya masih memiliki keterbatasan dari sisi variasi produk yang dijual. Namun ke depan eFishery terus berupaya mengembangkan hal ini.
”Kita akan menciptakan nilai tambah, supaya pembudidaya yang biasanya hanya menjual ikan hidup, sekarang bisa jualan produk olahan lain seperti fish and chips, serta produk-produk yang memiliki nilai dan pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Sebagai informasi, eFishery merupakan perusahaan rintisan atau startup yang awalnya mengembangkan solusi teknologi manajemen budidaya ikan berupa mesin pakan otomatis untuk skala menengah dan besar.
Seiring berjalannya waktu, startup ini memperluas cakupan usahanya dengan mendistribusikan ikan dan udang budidaya, serta distribusi produk perikanan lainnya ke seluruh Indonesia dan juga pasar global. Setidaknya, ada tiga pasar ekspor dari eFishery, yakni AS, Tiongkok, dan Jepang.

