Gandeng Kedubes Belanda, Kemendag Catat Potensi Transaksi Rp 384,19 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersinergi dengan Kedutaan Besar RI di Den Haag Belanda, dalam menggelar kegiatan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) di Indonesia House Amsterdam (IHA), Amsterdam, Belanda.
Kegiatan ini berhasil membukukan transaksi ekspor sebesar US$ 23,94 juta atau senilai Rp 384,19 miliar.
Capaian transaksi tersebut berasal dari 11 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan Belanda, untuk produk makanan dan minuman, rempah, kopi, fesyen, aksesori, dan dekorasi rumah dari sebanyak 39 pelaku usaha turut serta dalam kegiatan business matching ini.
Pelaku usaha tersebut bergerak di sektor furnitur, makanan dan minuman, pupuk, perawatan tubuh, dan fesyen. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia-Netherlands Trade, Tourism and Investment Forum 2024 yang dilaksanakan pada 28 - 29 Mei 2024.
Baca Juga
Bertemu Dubes Italia, Mendag Zulhas Jajaki Perluasan Ekspor ke Eropa Via 2 Pelabuhan Ini
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, Indonesia telah menekankan adopsi praktik-praktik berkelanjutan untuk menjawab isu global yang menjadi tantangan di Eropa. Dalam hal ini, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya terbarukan seperti bambu dan rotan yang berkontribusi dalam pengembangan produk berkelanjutan.
“Untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, kami telah mendorong penggunaan bahan-bahan berkelanjutan seperti kayu yang diperoleh secara bertanggung jawab, bahan daur ulang, dan alternatif bahan baku lain seperti bambu dan rotan," ucap Didi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/5/2024).
"Dengan pertumbuhan cepat dan sifat terbarukan, bambu dan rotan berfungsi sebagai alternatif terbarukan, mengurangi ketergantungan kita pada kayu yang tumbuh lambat dan rentan terhadap deforestasi," tambahnya.
Baca Juga
Instrumen Investasi Ini Layak Dipertimbangkan di Era Suku Bunga Tinggi
Sepanjang 2023, Belanda menjadi mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa dan menduduki peringkat ke-12 di dunia. Dalam lima tahun terakhir (2019-2023) tren perdagangan kedua negara mencatat pertumbuhan positif sebesar 8,5%.
Selain itu, ekspor produk nonmigas Indonesia ke Belanda pada periode tersebut juga menunjukkan tren positif sebesar 10,05%.
Di sektor investasi, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Belanda menduduki peringkat sebagai investor asing terbesar ke-8 di Indonesia di triwulan I tahun 2024. Ini juga menegaskan kedalaman kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Belanda.

